Derita Mahasiswi, Diancam Dibunuh & Dipaksa Layani Teman se Kampus Berbulan-bulan

Korban, sebut saja Tampan, anak beru gede (ABG) berusia 16 tahun, mengaku menjadi korban pencabulan yang.

Derita Mahasiswi, Diancam Dibunuh & Dipaksa Layani Teman se Kampus Berbulan-bulan
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah kasus sodomi pada sejumlah bocah yang dilakukan oleh P, mantan fasilitator anak di kota minyak ini.

Kali ini, kejahatan seksual serupa menimpa seorang remaja pria.

Korban, sebut saja Tampan, anak beru gede (ABG) berusia 16 tahun, mengaku menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan VN (19) oknum mahasiswa di sebuah institut di Balikpapan Selatan.

Dikutip Sripoku.com dari Tribunkaltim.co, korban bernama Tampan mengaku dugaan pelecehan seksual sesama jenis itu terjadi sejak 25 Juni 2017 di kamar asrama putra institut tersebut.

Tribun Kaltim/Nalendro Priambodo
Haryanto, menunjukan surat aduan yang keberatannya ke Polres Balikpapan atas tindakan pencabulan yang menimpa anak walinya, sebut saja Tampan, yang diduga dilakukan berulang kali oleh salah satu oknum mahasiswa di Balikpapan di kamar
Tribun Kaltim/Nalendro Priambodo Haryanto, menunjukan surat aduan yang keberatannya ke Polres Balikpapan atas tindakan pencabulan yang menimpa anak walinya, sebut saja Tampan, yang diduga dilakukan berulang kali oleh salah satu oknum mahasiswa di Balikpapan di kamar ()

Awalnya, Tampan yang tidak menaruh curiga pada pelaku, mengiyakan saja permintaan pelaku untuk tidur seranjang dengan korban di dipan bertingkat asrama putra itu.

Alasannya, pelaku minta dibangunkan subuh agar bisa mendengarkan siaran radio kampusnya.

"Tapi disitu dia (pelaku) ambil kesempatan, saya kaget kemaluan saya dipegang dan tangan saya dimasukan dalam celana dia. Pas saya mau kasi keluar tangan saya, badan saya di kancing dan kepala saya ditundukkan dan disuruh masukkan mulut saya ke kemaluan dia (pelaku)," ujar Tampan menceritakan awal mula kejadian yang berujung pada sodomi oleh pelaku itu.

Sejak malam nahas itulah, Tampan mengaku, hampir tiap malam, pelaku memaksanya tidur seranjang dan memaksanya memuaskan nafsu birahi pelaku.

Agar tidak ketahuan rekan lainnya, pelaku kata Tampan, selalu melancarkan aksi bejatnya, saat semua mahasiswa tertidur pulas, biasanya berlangsung tengah malam antara pukul 00.00-02.00.

Halaman
12
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help