Tahun 2017, Peredaran Narkoba di Palembang Meningkat Drastis. Kasus Kriminalitas Turun

Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan 2016 sebanyak 355 kasus, sedangkan 2017 sebanyak 618 kasus.

Tahun 2017, Peredaran Narkoba di Palembang Meningkat Drastis. Kasus Kriminalitas Turun
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono saat memusnahkan narkoba di Halaman Mapolresta Palembang, Selasa (15/8/2017). 

"Jadi untuk peyelesaian perkara tindak pidana ada peningkatan dari 2016 ke 2017," beber Wahyu.

Baca: Sabu dan Narkotika Jenis Baru Siap Edar di Palembang Pada Malam Tahun Baru

Baca: Pengedar Sabu-sabu Ini Harus Bergulat dengan Polisi, Tapi Usahanya Gagal

Baca: BNN dan polisi Amankan Kapten Pilot Lion Air yang Tertangkap karena Sabu

Dijelaskan Wahyu, kasus yang meresahkan masyarakat khususnya kasus curat, curas, curanmor, dan penganiayaan berat bila dibandingkan dengan tahun 2016 terjadi penurunan sebanyak 475 kasus atau sekitar 18 persen dari 2016 sebanyak 2768 kasus, sementara tahun 2017 sebanyak 2293 kasus.

"Penurunan sebanyak 18 persen tersebut khusus untuk kejahatan jalanan," katanya.

Untuk kasus narkoba secara kuantitas jumlah perkaranya ada peningkatan yang tadinya sebanyak 319 kasus menjadi 499 kasus.

Kalau dipersentasekan peningkatannya kurang lebih 30 persen.

Sementara untuk tersangka mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan 2016 sebanyak 355 kasus, sedangkan 2017 sebanyak 618 kasus.

Sementara barang bukti terjadi peningkatan secara signifikan.

Narkotika jenis sabu yang tadinya tahun 2016 sabu yang disita 1.753.56 kilogram,  sedangkan 2017 mengalami peningkatan menjadi 8.472.43 kilogram.

"Untuk kasus narkoba sendiri, diharapkan dapat terus ditekan angkanya hingga semaksimal mungkin," harap Kapolresta Palembang.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help