SriwijayaPost/

Soal Redimix, Pidsus Polresta Palembang Minta Keterangan Ahli dari Sucopindo dan Semen Baturaja

Pidsus Polresta Palembang, kembali memeriksa beberapa saksi dari lab Semen Baturaja dan Saksi dari lab Sucopindo.

Soal Redimix, Pidsus Polresta Palembang Minta Keterangan Ahli dari Sucopindo dan Semen Baturaja
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Petugas Pidsus Polresta Palembang saat mengecek TKP pengecoran redimix di rumah pelapor. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah terlapor yakni JW diperiksa petugas Pidsus (Pidana Khusus) Polresta Palembang, terkait lapor korban yang diketahui anggota DPRD Kota Palembang M.Aidil Adhari dari Fraksi PDI
Perjuangan, merasa ditipu salah satu perusahaan pengadaan Redimix atas pembangunan rumahnya.

Kali ini petugas Pidsus Polresta Palembang, kembali memeriksa beberapa saksi dari lab Semen Baturaja dan Saksi dari lab Sucopindo.

Pantauan Sriwijaya Post terlihat masing-masing saksi dipanggil 2 orang yang mewakili dari saksi lab Semen Baturaja dan Lab Sucopindo Beberapa pertanyaan pun dilontar kepada saksi yang dipanggil, namun
pemeriksaan yang bersifat tertutup ini dilakukan di ruang pidsus.

" Ya masih dalam pemeriksaan, hingga ini saksi-saksi masih diperiksa, mulai terlapor, lab semen Baturaja, hingga lab dari Sucopindo," ungkap Kabag Humas Iptu Samsul, singkat, Rabu (27/12).

Lanjut Samsul, tentu laporan korban ditindaklanjuti, hingga kini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. " tentu ditindaklanjuti laporan korban, lihat saja proses berjalan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kota Palembang M.Aidil Adhari dari Fraksi PDI Perjuangan, merasa telah ditipu salah satu perusahaan pengadaan Redimix.

Karena tidak ada titik temu dengan pihak perusahaan, masalah ini dilaporkan Aidil Adhari ke Polresta Palembang, Selasa (7/11).

Di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Aidil menuturkan, kejadian yang dialaminya pada 3 Oktober, lalu.

Dia memesan redimix untuk membangun ruko sebanyak 55 kubik setelah itu bertambah 9 kubik jadi total 64 kubik.

Setelah proses pengecoran rampung ditunggu hingga 28 hari.

Namun ia terkejut melihat hasil pengecoran tersebut, karena ada keretakan dan terdapat tanah didalam redimix dan hal ini membuat kecurigaan terhadap kualitas redimix.

" awalnya saya curiga pak, lalu karena curiga saya bawa sampel itu ke laborotarium independen," ungkap
Aidil.

Hasilnya, setelah dipastikan itu bukan redimix, lalu Aidil pun mencoba menghubungi kontraktor atas nama JW, guna menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.

Tetapi kontraktor itu tidak mau ganti rugi, dan tidak ada titik temu, hingga akhirnya Aidil pun terpaksa melapor
ke polisi.

Diketahui Laporan Aidil pun diterima dengan No Laporan :LPB/2805/XI/2017/SPKT tertanggal 06 November 2017 dengan pelapor M.Aidil Azhari ST warga Jalan Batang Hari Raya Nomor 01 RT 42 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help