Setelah 40 Hari Kematian Anaknya Usai Imunisasi, Jumianto Lapor Polisi

"Waktu itu katanya masih menunggu hasil investigasi dari Dinkes Sumsel, dan sampai sekarang tidak ada kabar dan kejelasan," ungkapnya.

Setelah 40 Hari Kematian Anaknya Usai Imunisasi, Jumianto Lapor Polisi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Jumianto ketika melapor ke Polresta Palembang, Rabu. (27/12). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah 40 hari kasus meninggal anaknya Jumiarti (9) setelah di imunisasi di sekolahnya tidak ada kejelasan.

Akhirnya, Jumianto, ayah almarhum mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, dengan didampingi kuasa hukumnya, untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Sebelumnya kami masih menunggu itikad baik dari Dinkes kota dan Puskesmas 7 Ulu. Namun sudah 40 hari anak saya meninggal dunia, ternyata pihak Dinkes kota dan puskesmas 7 Ulu, belum ada kabar penyebab kematian putri kami,"ungkapnya kepada petugas pengaduan, Rabu (27/12).

Lanjutnya, sebelumnya memang ada Pegawai Puskesmas 7 Ulu dan Dinkes kota datang, Namun waktu itu mereka hanya memberikan santunan bukannya ada penjelasan tentang kematian putri kami.

"Waktu itu katanya masih menunggu hasil investigasi dari Dinkes Sumsel, dan sampai sekarang tidak ada kabar dan kejelasan," ungkapnya.

Sementara, kuasa hukum Jumianto yakni Ardi Muntahir SH menerangkan, pihaknya masih menunggu etikad baik dari dinkes kota dan puskesmas 7 ulu.

" Tapi hingga kini tidak ada , makanya kami melapor ke Polisi agar bisa jelas tentang kasus ini," katanya.

Sambung Ardi, pihak Puskesmas dan Dinkes Kota masih menunggu hasil laboratorium dari hasil investigasi. " tidak ada tanggung jawab, makanya memilih jalur hukum," katanya.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kabag Humas Iptu Samsul, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan akan ditindaklanjuti.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved