Empat Rumah Warga Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Terpaksa Dibongkar

Longsor terjadi hari Jum’at sekitar pukul 05.30, dengan panjang longsor diperkirakan lebih dari 100 meter yang berada di tiga titik.

Empat Rumah Warga Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Terpaksa Dibongkar
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Musibah longsor di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Senin (25/12/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Untuk mengantisipasi rumah ambruk akibat tanah longsor, sedikitnya empat rumah warga Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, terpaksa dibongkar dengan cara bergotong royong, Senin (25/12/2017).

"Untuk saat ini, ada empat rumah yang dibongkar yakni milik Asidi (66), Siti Umbiyah (60), Surimi (66) dan satu rumah milik Samsul," ujar Rusdi selaku Plt Sekdes Desa Berugo.

Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan secara simbolis memberikan bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah longsor di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Senin (25/12/2017).
Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan secara simbolis memberikan bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah longsor di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Senin (25/12/2017). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Menurut Rusdi bahwa kejadian longsor tersebut terjadi hari Jum’at sekitar pukul 05.30, dengan panjang longsor diperkirakan lebih dari 100 meter yang berada di tiga titik.

Akibat kejadian tersebut terdapat empat buah rumah yang nyaris ambruk terbawa longsoran dan sebanyak 14 buah rumah yang terancam ambruk jika terjadi longsor susulan.

Beruntung, pada saat kejadian tidak ada korban jiwa dan harta benda karena saat kejadian hari sudah mulai terang dan kejadiannya bertahap sehingga warga yang rumahnya berada di pinggir Sungai Lematang segera mengungsi ke tempat tetangga mereka.

Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan secara simbolis memberikan bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah longsor di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Senin (25/12/2017).
Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan secara simbolis memberikan bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah longsor di Desa Berugo, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Senin (25/12/2017). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Selain dari ke empat rumah tersebut, kata Rusdi, ada 14 rumah yang terancam roboh karena hanya berjarak sekitar dua sampai tiga meter dari bibir Sungai yakni rumah Nurmin, Erja, Cikbiyah, Abdul Rosita, Supriyadi, Efendi, Ibrahim, Hajja, M Seni, Anto, Nopri, Mordiono, Ansori dan rumah A’an.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah terkait untuk secepatnya memberikan bantuan kepada pihak keluarga yang tertimpa musibah terutama biaya untuk melakukan pembongkaran dan pemindahan rumah.

Selain itu warga juga meminta kepada pemerintah agar membangun beronjong untuk menghindari longsor akibat terjangan banjir Sungai Lematang.

Sementara itu Kapolres Muaraenim melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan didampingi Kasubag Humas Arsyad Agus, pihaknya mengaku cukup prihatin atas musibah yang menimpa warga Berugo.

Untuk pihaknya memberikan bantuan sembako dan melakukan peninjauan untuk mengetahui situasi dan kondisi di lapangan.

Dari hasil peninjauan dan pendataan, setidaknya ada 18 rumah warga yang terkena dampak akibat tanah longsor, dan empat rumah warga yang dibongkar dengan cara gotong royong.

"Bantuan ini sangat kecil, namun setidaknya bisa meringankan beban terutama untuk warga yang tertimpa musibah," ujar Kapolsek.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help