Banjir Datang Dodi Blusukan Dengar Keluhan Warganya

"Kami minta agar Pak Bupati dapat memberikan solusi mengenai banjir ini, setiap tahunnya kami kesusahan karena tidak bisa beraktifitas," ujarnya.

Banjir Datang Dodi Blusukan Dengar Keluhan Warganya
SRIPOKU.COM/Fajeri
Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ketika meninjau banjir di Desa Kertajaya, Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Meluapnya Sungai Sake yang berada di Desa Kertajaya, Kecamatan Sungak Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berdampak dengan lumpuhnya aktifitas masyarakat.

Tidak ingin merasakan penderitaan masyarakatnya terlalu lama, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin turun langsung dengan meninjau masyarakat korban banjir dan mendengar setiap keluhan dari masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini tidak segan-segan turun langsung ke lokasi banjir, satu persatu masyarakat Desa Kerta Jaya disapa olehnya.

Tidak hanya itu saja, setiap masyarakat yang bertemu dengannya diajak berdiskusi mengenai masalah banjir tahunan yang berada di Desa Kerta Jaya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan persoalan banjir tahunan ini menjadi perhatian serius bagi kita Pemkab Muba, bagaimana caranya masalah banjir ini tidak terulang lagi.

Penyebab banjir ini juga dikaitkan dari faktor geografis wilayah Muba yang sebagian besar mempunyai wilayah yang rendah.

"Sekarang ini kita akan mencari formula agar banjir tahunan ini tidak terulang kembali, dengan cara melihat spot-spot yang dapat penyebab banjir. Khusus didaerah Kertajaya tentu akan dilakukan normalisasi serta membuat titik-titik embung, agar dapat mengurangi dampak banjir yang sering terjadi," kata Dodi.

Banjir yang datang ini pihaknya sudah siap sedia, dimana dalam keadaan banjir tentunya perlu adanya bahan makanan dan kesehatan.

"Tim kita dari BPBD, Dinkes, dan Dinsos sudah kita kerahkan dalam penangan banjir ini," ungkapnya.

Disinggung mengenai relokasi terhadap rumah warga yang terimpa musibah banjir, Dodi mengungkapkan bahwa hal tersebut harus dilakukan kajian terlebih dahulu.

"Terkait relokasi, saya kira akan dikaji ulang dan mendata setiap daerah-daerah yang rawan banjir. Relokasi itu ada, namun untuk kampung besar seperti ini bagaimana cara kita menormalkannya agar bencana banjir serupa tidak terulang," jelasnya.

Sementara Rusli masyarakat Desa Kertajaya, mengatakan bahwa dalam kondisi banjir seperti ini dirinya tidak bisa beraktifitas seperti menyadap karet.

Padahal, sebagian besar warga Desa Kertajaya pekerjaannya petani karet sehingga kalau tidak nyadap karet akan kesulitan untuk makan.

"Kami minta agar Pak Bupati dapat memberikan solusi mengenai banjir ini, setiap tahunnya kami kesusahan karena tidak bisa beraktifitas," ujarnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved