Massa Melawan dengan Senpi, Molotov Diisi Cuka Para

Pasca bentrok antara aparat dengan warga saat eksekusi lahan Perum Damri di Jalan Mayor Toha RT3 Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau

Massa Melawan dengan Senpi, Molotov Diisi Cuka Para
net
Ilustrasi

SRIPOKU.COM , LUBUKLINGGAU - Pasca bentrok antara aparat dengan warga saat eksekusi lahan Perum Damri di Jalan Mayor Toha RT3 Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau, pihak Polres Lubuklinggau menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah SR (44), YS (50) dan SJ (44). Salah seorang diantaranya, yaitu SR, adalah oknum anggota Polri yang bertugas diwilayah Polda Sumsel.

Berita Lainnya:  BREAKING NEWS: Ratusan Warga Air Kuti Lubuklinggau Lempar Bom, Tolak Eksekusi Lahan

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin menjelaskan, ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Lubuklinggau. Dimana, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ketiganya diduga kuat sebagai dalang kerusuhan, sehingga mengakibatkan bentrok antara aparat dengan warga saat eksekusi lahan Perum Damri.

"Sehubungan dengan peristiwa perlawanan dan ancaman kekerasan oleh pihak yang akan dieksekusi oleh pengadilan negeri terhadap lahan Perum Damri, maka kini sudah ditetapkan tiga orang tersangka, yaitu berinisial SR, SJ dan YS," ujarnya, Kamis (21/12).

Dijelaskan, salah seorang tersangka yaitu SR, merupakan anggota Polri yang bertugas diwilayah Polda Sumsel. Karena itu, terhadap yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan di Polda Sumsel. "Untuk SR, sudah dibawa Propam ke Polda Sumsel untuk menjalani proses disiplin dan diputus di Polda Sumsel. Sedangkan untuk dua tersangka lain, itu ditahan di Polres Lubuklinggau untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Dikatakan, awalnya pasca kejadian, pihaknya mengamankan 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi rusuh tersebut. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Lubuklinggau, pihaknya hanya menetapkan tiga orang tersangka selaku provokator dan selebihnya kemudian dipulangkan.

"Dari pemeriksaan, yang tiga orang terbukti melakukan mobilisasi massa, menyiapkan peralatan dan menggerakkan massa untuk melakukan perlawanan terhadap aparat. Sementara sisanya setelah diperiksa, hanya sebatas saksi dan akan dipulangkan," katanya.

Dilanjutkan, selain mengamankan para tersangka, dari lokasi kejadian pihaknya juga menyita berbagai macam peralatan dan benda-benda yang membahayakan yang digunakan untuk melawan aparat yang melakukan eksekusi. Seperti puluhan batang bambu runcing, belasan senjata tajam berbagai jenis seperti golok, parang, pisau dan celurit. Selain itu juga diamankan dua pucuk senjata laras panjang, beberapa pucuk senjata api laras pendek, softgun, belasan tabung gas melon ukuran tiga kilogram, puluhan botol bom molotov yang masih berisi cairan minyak, dan cairan air keras, serta spanduk bernada provokatif.

"Terhadap tersangka dapat dikenai pasal 214 KUHAP, dengan ancaman hukuman delapan tahun enam bulan. Kasus ini akan kita dalami lagi dan tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah," katanya.

Sementara itu, satu hari pasca eksekusi di lahan Perum Damri Jalan Mayor Toha RT3 Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dilokasi masih belum dibersihkan. Bekas-bekas reruntuhan bangunan yang dirobohkan saat eksekusi terlihat masih teronggok dilokasi. Pantauan dilapangan hanya terlihat beberapa orang laki-laki yang berada dilokasi reruntuhan bangunan tersebut. Mereka terlihat membalik-balikkan bekas reruntuhan beton bangunan. Diduga mereka adalah keluarga dari pemilik bangunan yang mencari barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan dari reruntuhan bangunan tersebut. (zie)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved