Ancam Keamanan Siswa. Samping Mal Mewah Sekolah Nyaris Ambruk

Meskipun berdiri di samping salah satu mal elit Kota Palembang, PTC, bukan jaminan jika SDN 162 memiliki gedung yang layak digunakan

Ancam Keamanan Siswa. Samping Mal Mewah Sekolah Nyaris Ambruk
Istimewa
MEMPRIHATINKAN - Kondisi gedung SDN 162 Palembang yang memprihatinkan saat diguyur hujan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meskipun berdiri di samping salah satu mal elit Kota Palembang, PTC, bukan jaminan jika SDN 162 memiliki gedung yang layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Hampir empat tahun ini dua lokal di SD tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa dipakai.

Berita Lainnya:  Miris Sekolah Terendam Banjir Siswa SD N 162 Belajar di Luar Kelas

Terlebih lagi atap hingga dinding mulai amblas ke bawah serta banyak rusak. Sekolah yang terletak di Jalan R Sukamto ini selalu tergenang banjir saat hujan tiba. Berdiri di atas rawa membuat debit air selalu meninggi dan masuk kelas.

Tentu saja siswa dan guru tidak asing lagi dengan kondisi ini, karena sudah terbiasa. Meskipun lantai kayu tua yang nyaris ambruk mengancam keselamatan siswa. Pembangunan gedung sekolah memang sudah direncanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, yang katanya bakal dibangun pada Februari 2018 mendatang.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SD Negeri 162 Palembang, Farida Nurhayati melalui Wakil Kepala, Oktavianus mengatakan sebagai guru dirinya sudah mengetahui betul akan sekolahnya. Jika saat musim hujan lebat tentu beberapa kelas dan lokal guru pasti tergenang.

"Memang lokasi SDN 162 Palembang terletak di daerah rawa (kawasan perairan) serta padat penduduk, meskipun di tengah pusat kota perbelanjaan. Di sini terkendala dengan akses jalan masuk yang hanya bisa dilalui memakai sepeda motor saja. Untuk kendaraan mobil masuk tentu tidak muat karena lebar jalan hanya satu meter saja," katanya.

Untuk pembangunan fisik sekolah, pihaknya mengaku kesulitan. Sebab dari 13 lokal kelas yang ada di sekolah itu, hanya 11 lokal kelas dipakai. Untuk dua lokalnya ini rusak parah dan tidak bisa digunakan sebagai tempat belajar. "Mengenai banjir sendiri, di sini memang langganan, sebab air yang masuk datangan dari bendungan yang berada di samping sekolah. Belum lagi sekolah kita terletak di atas rawa, pastinya air hujan dengan mudah masuk, malahan jika hujan lebat air bisa masuk ke dalam sebagian ruangan kelas dan ruangan guru, tapi hanya sebatas mata kaki, kadang juga air bisa sampai ke lutut dewasa," jelasnya.

Pihaknya juga sudah meminta Disdik Palembang untuk segera merealisasikan permohonn mereka. Namun karena banyak sekolah yang membutuhkan jadi belum dibantu saat ini. Maka itu sudah direncanakan rehab oleh Disdik kota Palembang tahun 2018. "Untuk secara teknisnya sekolah belum banyak tahu bakal dibantu berapa. Tapi ada empat lokal kelas akan segera dibangun baru. Kita akui ruangan kelas yang dibangun sebagian berbahan kayu, sudah sepantasnya bangunan ini segera dilakukan tahap perbaikan," ungkapnya.

Diakuinya, dulu SD ini merupakan gabungan dua sekolah, SD Negeri 185 Palembang dan sekarang berubah menjadi logo baru SD Negeri 162 Palembang. Jumlah siswa ada 368 orang. "Malahan peminat di sini cukup banyak, tetapi lokal kelasnya terbatas dan peraturan hanya memperbolehkan 28 siswa satu kelas saja, makanya kita hanya menerima 2 lokal saja," ujarnya. (cr9)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved