Palembang KLB Difteri, Wabah Difteri Menjalar di Sekip Ujung

Wabah Difteri telah menjalar ke Kota Palembang. Kawasan Sekip Ujung menjadi lokasi pertama terendusnya wabah ini. Satu dari lima bocah SD

Palembang KLB Difteri, Wabah Difteri Menjalar di Sekip Ujung
Istimewa

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Wabah Difteri telah menjalar ke Kota Palembang. Kawasan Sekip Ujung menjadi lokasi pertama terendusnya wabah ini. Satu dari lima bocah SD yang terjangkit Difteri merupakan murid kelas 1 di SD kawasan Sekip Ujung.

Berita Lainnya:  Gubernur Sumsel Alex Noerdin Minta Pasien Difteri Dirawat Khusus

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia saat dikonfirmasi, Selasa (19/12) mengatakan satu anak yang terkena difteri di Palembang ini saat akan dilakukan vaksin di sekolahnya, anak tersebut sakit dan belum sempat divaksin. "Anak tersebut bersekolah SD 160 Sekip, kelas 1. Vaksin tersebut memang untuk anak SD," ujarnya.

Desember ini Dinkes akan menyelesaikan sisa 20 persen lagi sekolah yang belum melakukan vaksin. Karena jumlah siswa sekolah berubah setiap tahunnya, tahun ini 31.484 siswa kelas 1 dan 31.182 anak kelas 2 yang menjadi target imunisasi DT dan TD. "Yang sudah di vaksin sudah 80 persen, sisanya akan kita selesaikan tahun ini juga," ujarnya.

Letizia meyakini hal yang perlu dilakukan saat ini untuk mencegah difteri adalah bagi orang orang tua untuk memvaksin anaknya. Dikatakannya, lantaran penyakit yang disebabkan oleh virus ini mulai menyerang di Kota Palembang, pihaknya menghimbau agar masyarakat yang mempunyai bayi dan balita segera melakukan imunisasi, yakni imunisasi DPT sebanyak 3 kali untuk bayi dan imunisasi TD dan DT untuk anak-anak kelas satu dan dua SD.

Sementara untuk pencegahan penyebaran penyakit difteri ini pada anggota keluarga lain dari pasien yang terkena difteri, Letizia menghimbau kepada keluarga korban agar tidak melakukan kontak secara langsung dengan pasien. Misalnya peralatan makan pasien harus disediakan tersendiri, karena penyakit ini mudah sekali menular. Selain itu untuk pencegahan masyarakat harus membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), jika batuk harus ditutup dan cuci tangan sebelum makan.

"Tes ke keluarga pasien yang menderita sudah dilakukan dan dicek di labor, tes suap tenggorokan telah dilakukan, kita belum dapat hasilnya," ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan untuk dilakukannya vaksinasi massal bisa saja terjadi. Hanya pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan dari Kemenkes untuk vaksin anak mulai dari usia 1 - 19 tahun. "Imunisasi massal ini dilakukan jika kota tersebut sudah dinyatakan kejadian luar biasa (KLB). Kita pastikan dulu ketersediaan vaksin kemenkesnya," ujarnya.

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH meminta agar pasien susfect difteri yang dirawat di RSMH Palembang segera dirawat khusus.

“Pasien yang terkena Difteri harus dirawat khusus agar tidak menyebar lagi kepada orang lain,” ungkap Alex, Selasa (19/12).

Sejauh ini kata Alex untuk penyebaran penyakit Difteri tersebut tidak hanya di Provinsi Sumsel, tetapi juga sudah banyak tersebar di 18 provinsi yang ada di Indonesia.

“Kasus Difteri ini sudah banyak menyebar di Indonesia. Kita harus segera mengambil langkah-langkah agar Difteri tidak menyebar luas,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyakit difteri ini bisa menyebar karena pergerakan penerbangan keluar masuk di setiap daerah yang luar biasa banyak. Khusus di Sumsel, dalam sehari ada 39 penerbangan keluar masuk Kota Palembang baik keluar kota maupun ke luar negeri.

“Jadi kita kesulitan untuk mengatasi dan melokalisir penyakit Difteri ini,” katanya. (cr5/fiz)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved