Dinkes Imbau Imunisasi. Lima Anak Suspect Difteri, Kini Dirawat di RSMH

Lima anak-anak yang diduga terjangkit dipteri, kini menjalani perawatan intensif dan terisolasi di RSMH Palembang. Kelimanya dilarikan ke

Dinkes Imbau Imunisasi. Lima Anak Suspect Difteri, Kini Dirawat di RSMH
http://www.tribunnews.com/kesehatan/
Ilustrasi - Difteri Banyak Menyerang Anak. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lima anak-anak yang diduga terjangkit difteri, kini menjalani perawatan intensif dan terisolasi di RSMH Palembang. Kelimanya dilarikan ke rumah sakit karena terbentuknya membran di rongga mulut.

Berita Lainnya:  Satu Anak di Palembang Positif Difteri, Dinkes Ajak Masyarakat khususnya Anak-anak Segera Imunisasi

Dokter Penanggungjawab Pasien, Dr Yulia Iriani, SPa (K) mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium apakah pasien tersebut positif difteri atau tidak. "Pasiennya sampai saat ini belum ada yang dinyatakan positif difteri, sedngkan yang dalam kondisi baik Hemodinamisnya stabil 1 pasien sudah pulang. Sejauh ini RSMH belum ada pasien yang terjangkit penyakit tersebut," jelasnya saat memberikan keterangn pers, Senin (18/12).

Ia menambahkan, 5 pasien tersebut diduga difteri karena ditandai dengan adanya pembentukan membran. "Pasien terduga sudah dirawat di ruang terpisah dari yang lain karena masih dalam pemeriksaan intens," jelasnya.

Untuk identitas pasien sendiri dirinya tidak bisa menyebutkan asalnya karena wewenang Dinas Kesehatan. "Pasien ini sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan. Yang jelas pasiennya adalah anak-anak, namun kita belum bisa membeberkan identitas detail mereka," ujarnya.

Namun pernyataan berbeda diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia. Dinas Kesehatan Kota Palembang menyatakan satu anak berusia 6 tahun positif terkena difteri. Hal ini diketahui sejak beberapa yang lalu dan sudah dilakukan perawatan di RSMH.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia, Senin (18/12) mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang melakukan kontak dengan korban. "Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada anggota keluarga yang kontak dengan pasien, namun hasilnya belum kami dapatkan," ujarnya.

Karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini mulai menyerang di Kota Palembang, pihaknya menghimbau agar masyarakat yang mempunyai bayi dan balita segera melakukan imunisasi, yakni imunisasi DPT sebanyak 3 kali untuk bayi dan imunisasi TD dan DT untuk anak-anak kelas satu dan dua SD. "Virus ini menyerang anak-anak hingga umur 20 tahun. Namun kebanyakan yang terkena virus ini adalah anak-anak," ujarnya.

Untuk pencegahan penyebaran penyakit difteri ini, Letizia menghimbau kepada keluarga korban agar tidak melakukan kontak secara langsung dengan pasien. Misalnya peralatan makan pasien harus disediakan tersendiri, karena penyakit ini mudah sekali menular. "Selain itu untuk pencegahan masyarakat harus membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), jika batuk harus ditutup dan cuci tangan sebelum makan," ujarnya.

Ia menjelaskan, difteri merupakan penyakit yang sangat menular, penyakit ini disebabkan oleh kuman. Sedangkan gejala dan tanda sendiri Letizia mengungkapkan seperti, demam yang tidak begitu tinggi, hingga 38 derejat celcius, munculnya selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah, sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembengkakan kelenjar getah bening leher, serta sesak napas. "Difteri ini dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan tubuh, terutama anak-anak," ujarnya.

Kendati Kota Palembang baru sedikit yang terserang difteri, Letizia mengatakan agar masyarakat tetap mewaspadai virus tersebut, melalui sejumlah langkah pencegahan dan antisipasi. Di antaranya mulai dari upaya preventif ke masyarakat melalui puskesmas dan tim yang ada di semua fasilitas layanan kesehatan.

Oleh sebab itu, Letizia menghimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menggunakan masker bila sedang batuk dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat. "Bila anggota keluarganya ada yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan," ujarnya.(cr5/cr9/mg5)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved