Jelang Natal dan Tahun Baru, Begini Kondisi Stok Beras untuk Warga Sumsel

Pada akhir tahun ini bulog telah rutin melakukan Operasi Pasar (OP) dengan memberikan harga sembako lebih murah dari pasaran.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Begini Kondisi Stok Beras untuk Warga Sumsel
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumsel dan Babel memastikan stok beras di gudang bulog masih aman untuk memenuhi kebutuhan warga Sumsel.

Bahkan hingga kini di dalam gudang bulog masih ada stok beras sebanyak 21 ribu ton yang cukup memenuhi kebutuhan tiga sampai empat bulan ke depan.

"Dalam mengantisipasi natal dan tahun baru bulog siap.

Ketersediaan stok kita cukup untuk sampai 4 bulan ke depan dengan total 21 ribu ton beras," ujar Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, Bakhtiar, Rabu (13/12/2017).

Kepala Bulog  Divre Sumsel dan Babel,  Bakhtiar
Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, Bakhtiar (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Dengan ketersediaan beras yang cukup, Bakhtiar berharap masyarakat jangan khawatir mengenai kebutuhan pokok tersebut.

Dengan kualitas beras premium seharga Rp 8.100 per kilogram stok beras yang ada dipastikan dapat memenuhi permintaan beras dari masyarakat.

Di perayaan hari Natal dan Tahun baru memang mengalami peningkatan cukup siginifikan dari hari biasanya, namun lonjakan permintaan beras tidak terlalu besar seperti menyambut hari raya Idul Fitri.

"Peningkatan itu ada dari hari biasanya. Tapi tidak seperti Idul Fitri yang permintaan berasnya sangat tingginya. Masyarakat jangan khawatir kebutuhan beras saat ini masih aman," tegasnya.

Ia menambahkan, pada akhir tahun ini pihaknya telah rutin melakukan Operasi Pasar (OP) dengan memberikan harga sembako lebih murah dari pasaran.

Adapun beberapa harga sembako yand dijual di OP seperti beras Rp 8.100 perkilo, minyak 16 per liter, gandum Rp 9.000, telur Rp 20.000 dan gula Rp 12.500.

"Kita juga sejak seminggu melakukan OP ke pasar dan pusat keramaian masyarakat. Ini kita lakukan untuk menekan kenaikan harga sembako di pasaran," ungkapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved