Dijanjikan Surga dengan 7 Bidadari. Anak Panah Dipasang Bom

Penyidikan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror, telah mengerucut terhadap delapan orang tersangka termasuk Jafar Saputra (15).

Dijanjikan Surga dengan 7 Bidadari. Anak Panah Dipasang Bom
http://palembang.tribunnews.com/
Terduga Teroris. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Penyidikan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror, telah mengerucut terhadap delapan orang tersangka termasuk Jafar Saputra (15). Pemuda belia ini, ditetapkan sebagai tersangka karena telah disiapkan Ustad Solihin sebagai salah satu eksekutor untuk melakukan penyerangan di Polres OKU. Ust Solihin telah menyiapkan empat pengantin lainnya. Jika berhasil, cara ini akan dipakai untuk menyerang kantor polisi di Jakarta.

Berita Lainnya:  Densus 88 Amankan 12 Terduga Teroris Pemasok Senjata, Ini Kesaksian Tetangga Pelaku

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang dikonfirmasi menuturkan, ada lima orang yang telah dididik Ustad Solihin termasuk Jafar Saputra untuk melakukan penyerangan terhadap Polres OKU menggunakan panah yang bagian depan anak panah telah diletakan bom.

"Jadi, dari pengakuan Jafar bila dia diberitahu untuk melakukan amalia. Bila melakukan amalia dengan sepenuh hati, maka akan mendapatkan surga dan bisa bertemu dengan tujuh bidadari. Mereka ini didoktrin Ustad Solihin, agar melakukan amalia dengan janji bisa masuk surga," ujar Irjen Zulkarnain yang saat ini masih berada di Jakarta, Rabu (13/12).

Jafar dan empat lainnya, sengaja dilatih menggunakan panah tradisional. Dengan panah itulah, nantinya mereka melakukan penyerangan ke Polres OKU yang menjadi target awal. Nantinya, bila misi ini berhasil ustad Solihin akan kembali melakukan perekrutan terhadap 10 pemuda untuk kembali dilatih guna melakukan penyerangan di Jakarta.

Doktrin dan latihan, selalu dilakukan terhadap calon pengantin (eksekutor, red) di pondok tempat Ustad Solihin bermukim. Bila nantinya sudah siap, maka para eksekutor langsung diterjunkan untuk melakukan penyerangan terhadap target yang telah diperintahkan Ustad Solihin.

"Ustad Solihin ini jadi pimpinan mereka. Tidak hanya menyiapkan tempat, tetapi juga mendoktrin dan melatih calon pengantin yang akan bertugas untuk mengeksekusi," jelas putra asli Sumsel ini.

Ustad Solihin pernah tergabung dalam kelompok JAD, namun karena dianggap kurang keras sehingga membentuk kelompok Khilafah dibawah naungan JAT yang tersebar di wilayah Sumatera.

Ustad Solihin ini, sudah sejak lama menjadi target operasi Densus 88 Anti Teror karena pergerakannya untuk merekrut dan melatih calon pengantin untuk nantinya melaksanakan ekseskusi di tempat yang sudah menjadi target. Biasanya, Ustad Solihin akan merektrut pemuda yang keterbatasan ekonomi keluarga dan diajak untuk tinggal di pondoknya.

Saat dipondok itulah, para pemuda akan dilatih dan didoktrin untuk melakukan jihad dengan janji bisa masuk surga dan bertemua dengan tujuh bidadari. Seperti Jafar Saputra yang hanya bisa bersekolah sampai kelas 3 SD dan perekonomian orangtuanya yang serba kekurangan, membuat Ustad Solihin meminta agar orangtua Jafar menitipkannya ke pondok untuk di didik sebagai santri.

Tetapi, kenyataannya Jafar dididik untuk menjadi calon pengantin dan bila sudah siap maka akan diperintahkan untuk eksekusi target.

"Ada tiga yang akan dibawa ke Jakarta, tetapi untuk identitasnya dirahasiakan. Sisanya masih di sini untuk terus dilakukan pengembangan," jelas Zulkarnain.

Ketika disinggung mengenai barang bukti yang diamankan, orang nomor satu di Polda Sumsel ini menjelaskan bila tidak ada senjata api yang ditemukan saat penggerebekan dilakukan. Tetapi, barang bukti yang ditemukan adalah busur dan anak panah yang terbuat dari bambu. Selain itu, rakitan bom yang nantinya akan diletakan di ujung anak panah. Panah inilah, nantinya dilepaskan ke sasaran dan baru meledak.

"Dengan penangkapan ini, kami sudah menyiapkan antisipasi pengamanan Natal dan tahun baru. Kami juga sudah melakukan antisipasi pengaman gereja dan pengaman mall, bandara dan tempat yang ramai dikunjungi masyarakat," pungkas Kapolda.(ard/diw)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help