Markas Polisi Jadi target Penyerangan Kelompok Teroris, 12 Terduga Teroris masih Diperiksa

"Rencana target penyerangannya kantor polisi yang ada wilayah Sumsel, namun lokasinya belum diketahui."

Markas Polisi Jadi target Penyerangan Kelompok Teroris, 12 Terduga Teroris masih Diperiksa
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Slamet Widodo 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah kantor polisi yang berada di wilayah Sumsel, menjadi target penyerangan teroris. Bahkan dalam rencana serangan oleh kelompok teroris itu, kantor polisi yang akan menjadi sasaran target akan diledakan.

Rencana target penyerangan kantor polisi ini berdasarkan hasil pemeriksaan Densus 88 Mabes Polri terhadap 12 terduga teroris yang kini masih diamankan di Mako Brimob Polda Sumsel Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang, Selasa (12/12).

"Rencana target penyerangannya kantor polisi yang ada wilayah Sumsel, namun lokasinya belum diketahui. Tapi ini baru berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ya dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan," ujar AKBP Slamet Widodo, Kabid Humas Polda Sumsel.

Mengenai secara spesifik kantor polisi bagian wilayah Sumsel mana yang menjadi target penyerangan, Slamet belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. Karena masih dalam tahapan pemeriksaan secara intensif terhadap ke 12 terduga teroris.

Jadi wilayah titik mana saja kantor polisinya, memang belum diketahui lokasi. Apakah kantor polisi di wilayah perkotaan atau daerah. Namun pastinya kantor polisi yang ada di wilayah Sumsel

"Sekali lagi lokasi kantor polisi yang menjadi target kelompok ini belum diketahui, karena masih dalam pemeriksan terhadap ke -12 terduga teroris yang belum ditetapkan sebagai tersangka. Karena sesuai undang-undang terorisme, batas waktunya tujuh hari dalam menetapkan status tersangka bagi terduga teroris," ujarnya.

Ditanyai soal dugaan asal kelompok jaringan teroris, Slamet mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara diduga ke-12 terduga teroris ini berasal dari kelompok Jamaah Anshorut Khilafah (JAK) atau kelompok Jamaah Ansharud Tauhid (JAT). Namun sampai saat ini masih dilakukan pemeriksan lebih lanjut.

"Semuanya masih dilakukan pemeriksaan lebih dalam. Apakah itu JAK atau JAD, bisa jadi juga ada kaitannya dengan kelompok teroris yang ditangkap di wilayah OKU Selatan tahun lalu," ujarnya.

Slamet mengatakan, mengenai lokasi titik kumpul terduga teroris ini, hasil pemeriksaan biasanya berkumpul di wilayah Muara Enim.

Mengenai berapa jumlah orangnya, masih dilakukan pemeriksaan tim Densus 88 Mabes Polri. Diketahui lokasi tempat biasa kelompok ini berkumpul di sebuah pondok pesantren.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help