Goyangannya Bikin Mual dan Pusing. Tapi Nikmat

Goyangan yang bikin nikmat itu bikin banyak orang ketagihan. Saat hari libur orang rela antre

Goyangannya Bikin Mual dan Pusing. Tapi Nikmat
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selain Jembatan Ampera dan Pasar 16 Ilir, ada satu tempat yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke kota Palembang yakni 'Warung Terapung'.

Warung terapung ini terletak di tengah-tengah kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. Tidak jauh dari Tugu Iwak Belido.

Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang.
Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Warung terapung ini menjual beraneka macam makanan khas Palembang seperti aneka pempek, model, tekwan, dan makanan ringan lainnya.

Tempat ini buka dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Pengunjung mulai ramai pada sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB.

Ada sensasi yang berbeda ketika makan di warung terapung ini.

Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang.
Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Mulai dari semilir angin yang menerpa hingga sensasi berguncang saat ombak Sungai Musi mengguncang perahu.

Menurut Desi Siska (20) salah satu wisatawan asal Tanjung Karang, ia merasakan sedikit mual dan pusing saat berada di atas warung terapung namun ia menyukainya.

Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang.
Warga menikmati makanan di warung terapung di tepi Sungai Musi, kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

"Pas di atas warung agak mual dan pusing tapi nikmat. Sensasinya beda," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help