Agar Tidak Ketularan jika Orang Terdekat Kena Difteri, Begini Caranya!

Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan RI terkait difteri, ada lebih dari 600 laporan pasien difteri yang dirawat di 20

Agar Tidak Ketularan jika Orang Terdekat Kena Difteri, Begini Caranya!
http://sains.kompas.com/
Perawat berjalan usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat (8/12). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) 

SRIPOKU.COM - Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan RI terkait difteri, ada lebih dari 600 laporan pasien difteri yang dirawat di 20 provinsi sepanjang Januari sampai Desember 2017. Angka ini belum ditambah laporan pasien difteri yang ada di daerah.

Berita Lainnya:  Indonesia Pernah Memiliki Kasus Difteri Terbanyak ke-2 Setelah India, Waspadalah Tahun Ini

Dari sekian ratus orang yang sudah terinfeksi penyakit tersebut, bukan tidak mungkin orang terdekatnya dapat terinfeksi juga.

Djatnika Setiabudi, Kepala Divisi Infeksi Tropis Ilmu Kesehatan Anak di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengatakan, pasien yang sudah dicurigai memiliki difteri harus diisolasi.

Dalam hal ini, keluarga wajib mendukung untuk mengisolasi selama kurang lebih tiga minggu agar bakteri tidak menyebar ke orang lain lagi.

Dia menerangkan, laporan pasien tersebut akan diserahkan ke Dinas Kesehatan. Nantinya, petugas kesehatan akan menyelidiki dan mencari tahu pasien terkontaminasi dari mana. Apakah dari sekolah, lingkungan rumah, teman sepermainan, atau tempat lain.

"Setelah pemeriksaan pada orang terdekat pasien, petugas kesehatan (terdekat dari lokasi tempat tinggal pasien) juga akan memberikan obat antibiotik pencegahan dan memantau selama tujuh hari," ujar Djatnika kepada Kompas.com melalui sambungan telepon Selasa (12/12/2017).

Bakteri memang dapat ditularkan melalui udara. Namun selain itu, faktor kebersihan pribadi dan lingkungan juga ikut ambil bagian. " Difteri senang hidup di udara lembab," katanya.

Oleh karena itu, beberapa hal terpenting yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan, menjaga daya tahan tubuh agar tidak menurun, dan yang terpenting menjalani imunisasi DTP (difteri, tetanus, dan pertusis).

Seperti yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, sampai duduk di kelas 5 SD, anak harus sudah mendapatkan delapan kali imunisasi DTP.

Selain anak-anak, orang dewasa juga harus melakukan imunisasi ulang berjangka. "Kalau dewasa sebaiknya 10 tahun sekali disuntik difteri, supaya tubuh lebih kebal dari bakteri ini," tegas Djatnika.

Penulis: Gloria Setyvani Putri

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://www.tribunnews.com/lifestyle/ dengan Judul:
Bagaimana Cara agar Tidak Ketularan jika Orang Terdekat Kena Difteri?

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help