Api Hanguskan Rumah Sabaruddin, Warga tak Bisa Berbuat Banyak karena Besarnya Api

Amukan si jago merah tak mampu dipadamkan oleh warga hingga membuat bangunan rumah yang terbuat dari kayu tersebut rata dengan tanah.

Api Hanguskan Rumah Sabaruddin, Warga tak Bisa Berbuat Banyak karena Besarnya Api
TRIBUN SUMSEL/ARIWIBOWO
Kebakaran rumah milik Sabarudin, Desa Madu Kincing Kecamatan Penukal PALI. 

SRIPOKU.COM,PALI - ‎Amukan si jago merah hanya sekejap menghanguskan rumah Sabarudin(21), warga di Dusun II, Desa Persiapan Madu Kincing, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

Informasi yang dihimpun Tribun, kejadian itu berlangsung Sabtu (9/12) sekitar pukul 09.30, ketika masyarakat setempat sedang sibuk berada di kebun karet masing-masing.

Tiba-tiba, munculah asap hitam mengepul di udara, yang ternyata asap dari rumah milik korban.

Warga yang mengetahui itu, langsung mendatangi lokasi kejadian dan mencoba melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Namun, amukan si jago merah yang membesar tak mampu dipadamkan oleh warga membuat bangunan rumah yang terbuat dari kayu tersebut rata dengan tanah.

Beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa, sarana penghuni rumah sedang berada di kebun karet, atas musibah yang dialami korban, ia mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta dan terpaksa menginap rumah tetangga.

Kepala Desa Persiapan Madu Kincing, Irawan mengatakan saat kejadian itu berlangsung keluarga korban sedang tidak berada di rumah.

Sedangkan, kobaran api diketahui warga telah membesar dan menyantap seluruh bangunan rumah milik korban Sabarudin.

"Api berlangsung cepat menghanguskan bangunan rumah Sabarudin. Bangunanya terbuat dari kayu, penyebabnya sendiri diperkirakan akibat konsleting listrik, sesuai dengan laporan yang diberikan korban ke petugas Kepolisian Penukal Utara," kata Irawan.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK, melalui Kasubag Humas AKP Arsyad dan Kapolsek Penukal Utara Iptu Alpian membenarkan adanya kebakaran rumah di wilayah hukumnya, dan polisi sudah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.

"Diperkirakan korban mengalami kerugian sekitar Rp30 juta lebih. Untuk korban jiwa tidak ada, rumah tersebut dalam keadaan kosong, pemiliknya dan keluarganya sedang berada di kebun," jelas Iptu Alpian.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved