Tanpa Persetujuan Nasabah. Asuransi Curang Main "Kuras"

Berbagai cara dilakukan perusahaan asuransi untuk menggaet nasabah baru. Selain mengandalakan pemasaran face to face,

Tanpa Persetujuan Nasabah. Asuransi Curang Main
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

PUJK juga wajib untuk menyediakan alat rekam suara jika diperlukan sebagai alat bukti adanya perbuatan hukum yang dilakukan konsumen dan PUJK di pengadilan atau diperlukan oleh Badan Pengawas. "Ini sebagai bentuk perlindungan ke masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada penipuan, kami memastikan masyarakat terlindungi dari PUJK nakal," ujarnya.

Sesuai SOP
Menanggapi keluhan masyarakat, Pemimpin Bisnis Konsumer BNI, AA Gede Agung menjelaskan, penawaran manfaat lebih sebuah produk melalui telepon dilakukan oleh Divisi Telemarketing. Meski tak mengetahui secara pasti, informasi atau data konsumen potensial diperoleh dari mana, Namun, ia memastikan telemarketing menjalankan perannya sesuai dengan Standar Operational Perusahaan (SOP).

Gede mengambarkan, Kalau Telemarketing datang dari perusahaan seperti bank besar atau lembaga resmi lainnya, usai menelpon konsumen akan dilakukan proses pemutaran ulang voice record percakapan oleh tim verifikasi. Tim verifikasi akan memastikan apakah prosedur yang dilakukan telah benar.

"Kalau iya, maka tim akan melakukan follow up. Jika memang nasabah butuh maka saat percakapan akan diminta persetujuan untuk pengiriman dokumen atau polis jika itu asuransi. Namun, jika tidak butuh, maka telemarketing akan mengakhiri percakapan. Nasabah jangan mau dikorek data, masyarakat perlu waspada dengan oknum nakal," ujarnya.

"Aturan OJK sangat ketat untuk hal pemasaran melalui komunikasi pribadi, terutama harus ada barang bukti ketersedian nasabah untuk ditindak lanjuti. Jadi bukan sekadar menjawab ya atau tidak, kemudian langsung diautodebit," jelasnya.

Selain melalui telemarketing, di perbankan penawaran manfaat lebih seperti produk Bancassurance juga dilakukan secara tatap muka. Dalam memasarkan produk, marketeer juga akan menilai latar belakang serta menyesuaikan apa yang dibutuhkan konsumen.

Sementara itu, Henky Oktavianus selaku Director of Alternative channel AXA Mandiri mengatakan, Di dunia asuransi, sesuai ketentuan OJK perusahan diperkenankan untuk memasarkan produk melalui jalur telepon atau yang disebut dengan jalur telemarketing.

Dimana semua percakapan melalui telepon tersebut direkam sebagai bagian dari prosedur pemasaran melalui telepon, sehingga persetujuan nasabah untuk membeli polis asuransi juga dilakukan melalui telepon. Jika, calon nasabah menyetujuinya maka selanjutnya proses pendebitan akan dilakukan.

"Jumlah premi yang didebit juga terlebih dahulu kami informasikan kepada calon nasabah. Jadi, bisa kami sampaikan bahwa kemungkinan yang melakukan telepon tersebut adalah benar dari perusahaan asuransi," jelasnya.

Namun, kata Henky yang perlu diperhatikan adalah nasabah mengetahui bahwa perusahaan asuransi yang menelepon tersebut ada perusahaan asuransi yang kredibel, salah satunya dengan adanya informasi bahwa perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help