SriwijayaPost/

Pembangunan Rumah Sakit Pratama PALI Terganjal Dana Sharing dari Pemprov Sumsel

Kami minta Dinkes PALI surati gubernur melalui Dinkes Provinsi.Sehingga kita berharap bersama, RS Pratama di PALI segera selesai dibangun.

Pembangunan Rumah Sakit Pratama PALI Terganjal Dana Sharing dari Pemprov Sumsel
TRIBUN SUMSEL/ARIWIBOWO
Anggota DPRD Sumsel Dapil 6 mengunjungi Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI - Pembangunan Rumah Sakit Pratama yang terletak di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI diperkirakan masih akan menelan dana sebesar Rp 17,5 Milyar agar bisa digunakan oleh masyarakat Kabupaten PALI dan sekitarnya.

Ditenggarai saat ini, progres pembangunan rumah sakit yang merupakan MoU antara Pemprov Sumsel dengan Pemkab PALI itu masih sekitar 60 persen pembangunan fisik.

Informasi itu, dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Kabupaten PALI, Ir. Arya Dharmawan saat menghadiri kunjungan reses anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil 6 wilayah PALI, Muara Enim, dan Prabumulih, Kamis (7/12/2017) bertempat di aula Pemkab PALI.

"Kita sudah beberapa kali koordinasi. RS Pratama Masih membutuhkan dana Rp 17,5 Miliar. Kita berharap hal ini jangan sampai menjadi trading topic negatif. Sementara untuk luas bangunan mencapai 2000 meter persegi," kata Arya di hadapan Sekda PALI H. Robby Kurniawan.

Sementara itu, kepala Dinkes PALI dr. H. Muzakir, MKm menjelaskan bahwa dana provinsi yang masuk untuk pembangunan RS Pratama baru Rp 5 Miliar.

"Dari yang direncanakan. Namun, hingga saat ini dana provinsi yang masuk baru Rp 5 Miliar. Tentu kita berharap, kehadiran wakil rakyat dapil PALI ini bisa menyampaikan hal ini ke Pemprov Sumsel. Kemudian, setelah selesai dibangun ada beberapa izin yang harus juga diurus," kata Muzakir.

Terkait hal itu, Rizal Kennedy yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi komisi 5 yang membidangi kesehatan mengungkapkan bahwa dirinya juga meminta terlebih dahulu laporan progres pembangunan RS Pratama dari Pemkab PALI.

"Untuk diketahui, bahwa pembangunan RS Pratama berawal dari dana sharing Pemprov sebesar Rp 11 Miliar 250 Juta pada tahun 2015. Kemudian ada MoU antara Pemkab PALI dan Pemprov Sumsel untuk membangun RS Pratama. Anggaran pembangunan tidak semua dibebankan di Pemprov Sumsel, ada juga dana dari Pemkab PALI. Ketika dana sharing tidak terpenuhi, maka kembali ke kesepakatan awal," kata politisi PPP.

Dikatakan dana yang masuk baru Rp 5 Miliar, RK meminta Dinkes PALI menanyakan langsung ke Gubernur melalui Dinkes Provinsi.

"Direncanakan awalnya dana sharing provinsi sebesar Rp 11 Miliar 250 juta. Kalau dilihat di lapangan, pembangunan fisik masih terlalu lama selesai. Makanya kami minta Dinkes PALI surati gubernur melalui Dinkes Provinsi. Sehingga kita berharap bersama, RS Pratama di PALI segera selesai dibangun dan bisa digunakan untuk masyarakat PALI," katanya.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa kehadiran para anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil 6 itu bisa mendorong penyelesaian pembangunan RS Pratama di Kabupaten PALI‎.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help