SriwijayaPost/

Mariana Saja sudah Berpuluh Tahun Urus KTP masih ke Banyuasin, Warga Siapkan Ban Bekas

Tapi kita liat aja di Mariana sana, udah berpuluh-puluh tahun masih mengurus ke Banyuasin sana.

Mariana Saja sudah Berpuluh Tahun Urus KTP masih ke Banyuasin, Warga Siapkan Ban Bekas
SRIPOKU.COM/RESHA
Tokoh Pemuda Tegal Binangun 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Warga Tegal Binangun masih ngotot untuk kembali ke Kota Palembang. Sebab, warga melihat fasilitas untuk urusan administrasi bakal terkendala oleh jarak.

Tokoh pemuda masyarakat Tegal Binangun Juli Kurniawan mengatakan, warga masih tegas menolak jika wilayahnya masuk ke Kelurahan Jakabaring Selatan, Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, warga masih bersikukuh untuk tetap berada di wilayah Kelurahan Plaju Darat, Palembang.

Sebab jika ke-28 RT yang saat ini ada di Plaju Darat tergabung di Banyuasin, maka untuk segala urusan seperti pembuatan KTP, KK dan lain-lain akan kembali ke Pangkalan Balai, Banyuasin.

"Oke, kemarin katanya bakal dibuatkan kantor pelayanan terpadu. Tapi kita liat aja di Mariana sana, udah berpuluh-puluh tahun masih mengurus ke Banyuasin sana. Kalau di Mariana udah ada bukti, kan pandangan masyarakat sini lain," terangnya Kamis (7/12).

Lanjutnya, meskipun Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengacu pada PP No. 23/1998 itu, masyarakat sini tidak mau meninggalkan tanah kelahirannya. Warga bahkan berniat melakukan aksi yang lebih besar agar dengan membakar ban bertepatan dengan pembukaan Asian Games 2018.

"Info yang saya dengar, warga sudah mengumpulkan ban-ban bekas untuk dibakar di tiap-tiap depan rumah. Itu dibakar tepat pada saat kembang api Asian Games nanti," ungkapnya.

Ban tersebut dibakar di depan setiap rumah warga. Pembakaran tersebut dilakukan dengan waktu yang serentak.

Ia sebagai tokoh masyarakat tidak menginginkan hal itu. Ia berharap, Pemerintah lebih peka dengan permintaan masyarakat. Agar tidak terjadi aksi anarkis.

"Jangan sampai lah. Kalau bisa kita redam ya kita redam. Kalau tidak terkontrol lagi kami juga susah," tukasnya.

Sementara itu, Kantor Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin tampak sepi. Pantauan Sripo di lapangan, kantor yang menyewa di ruko milik pengusaha ini tak nampak aktivitas warga yang ingin mengurusi urusan administrasi.

Di dalam ruko yang sepi itu, hanya tampak seseorang yang menjaga. Dan itu pun bukan staf kelurahan.

"Staf lagi pergi ke luar, katanya sih ada pertemuan," ujarnya yang enggan menyebutkan namanya.

Ketika dikonfirmasi via telfon seluler, Lurah Jakabaring Selatan Tohirin mengatakan kantornya masih melayani warga yang ada urusan dengan administrasi. Seperti pembuatan KK, KTP dan lain-lain.

"Sepanjang meminta pelayanan, kita sebagai aparatur ya melayani," ujarnya. mg5

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help