SriwijayaPost/

Dokter Umum dan Mahasiswi Diamankan Polisi dari Tempat Prakteknya, Diduga Lakukan Ini

Dokter umum inisial WG (70) dan seorang mahasiswi berinisial NM (20) diamankan petugas dari Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel.

Dokter Umum dan Mahasiswi Diamankan Polisi dari Tempat Prakteknya, Diduga Lakukan Ini
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Dokter WG (pakai baju kemeja putih) dan NM, mahasiswi yang diduga mau aborsi saat menjalani pemeriksaan petugas di Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (7/12/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dokter umum inisial WG (70), diamankan petugas Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel di tempat prakteknya kawasan Jalan Jendral Sudirman, Rabu (6/12/2017) ukul 18.00.

Selain dokter WG, petugas juga mengamankan seorang mahasiswa asal Baturaja OKU inisial NM (20).
Kini WG dan NM masih menjalani pemeriksan petugas penyidik di ruang Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (7/12/2017).

Dokter WG diamankan petugas, lantaran diduga melakukan mal praktek yakni membuka jasa layanan aborsi.

Ketika itu dokter WG kepergok dengan NM yang diduga akan melakukan aborsi.

Petugas mengamankan barang bukti berupa 1 lembar surat pendaftaran/ kontrol berobat, 3 botol besar obat suntik yang sudah dipakai, 1 botol sedang obat suntik yang sudah habis dipakai, 1 botol kecil obat suntik yang sudah habis dipakai, 1 buah bungkus obat suntik yang sudah terbuka, 3 butir pil berwarna putih dan satu buah tong sampah yang didalamnya ditemukan botol obat suntik yang sudah dipakai habis.

Dikonfirmasi, Kasubdit IV Renakta Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro membenarkan adanya satu oknum dokter umum dan seorang perempuan yang diduga melakukan praktek aborsi di sebuah yayasan praktek dokter bersama di Jalan Jenderal Sudirman Palembang.

Penggerebekan bermula petugas mendapatkan informasi bahwa salah seorang oknum dokter diduga melakukan praktek aborsi.

"Dari informasi itu anggota Subdit IV melakukan pengecekan ke TKP. Saat berada di TKP petugas menemukan seorang perempuan inisial NM alias Mia yang berada didalam ruang praktek dokter. Dan juga ditemukan beberapa obat-obat dan peralatan medis yang digunakan melakukan praktek aborsi tersebut," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help