SriwijayaPost/

Dinkes Palembang Siap Bertanggungjawab Penuh Jika Penyebab Kematian Jumiarni karena Imunisasi

"Bukannya kita lepas tanggung jawab. Tapi masih menunggu hasil penelitian dari pusat oleh para dokter spesialis," jelasnya.

Dinkes Palembang Siap Bertanggungjawab Penuh Jika Penyebab Kematian Jumiarni karena Imunisasi
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Palembang, dr Letizia 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Palembang, dr Letizia membantah tudingan pihak keluarga almarham Jumiarni bahwa pemerintah seolah lepas tangan atas kasus tewasnya bocah SD tersebut beberapa waktu lalu.

Pihaknya bukan enggan bertanggung jawab dan tak mau disalahkan karena vaksin imunisasi. Namun Dinkes Palembang saat ini masih menunggu hasil penelitian dari pusat apakah vaksin yang dipakai imunisasi tersebut merupakan penyebab tewasnya Jumiarni.

Apabila dalam penelitian nanti memang vaksin yang digunakan merupakan penyebab tewasnya bocah tersebut, Letizia menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh.

"Bukannya kita lepas tanggung jawab. Tapi masih menunggu hasil penelitian dari pusat oleh para dokter spesialis," jelasnya, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, pada saat kejadian meninggalnya Jumiarni pihak puskesmas 7 Ulu sudah bertindak cepat melakukan bantuan dan memberikan santun kepada keluarga almarhum.

"Puskesmas sudah ke sana memberikan bantuan. Bahkan sampai ke rumah sakit. Kepala puskesmas dan pihak terkait pun sudah kita panggil untuk menanyakan kasus ini," tegas dia.

Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai berapa lama hasil tes vaksin imunisasi tersebut keluar.

Namun Letizia mengaku hasil apakah ada kesalahan atau tidak dari vaksin tersebut akan segera diketahui dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat ini hasil labnya keluar. Kalau hasilnya positif pusat siap bertanggung jawab. Karena memang vaksin itu dikirim dari pusat dan merupakan program nasional," jelasnya.  (Oca/mg5)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help