SriwijayaPost/

Pemilihan Walikota Pagaralam

KPU Pagaralam Ingatkan Calon ASN dan Dewan untuk Mundur

sejumlah bakal calon yang sudah menyatakan akan maju Pilkada dan masih memegang jabatan yaitu

KPU Pagaralam Ingatkan Calon ASN dan Dewan untuk Mundur
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Ketua KPUD Pagaralam, Yenli Elamnoferi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Sesuai dengan PKPU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah UU Nomor 9 tahun 2015, bahwa setiap bakal calon yang akan ikut dalam Pilkada serentak 2018 mendatang tidak diperbolehkan dalam keadaan memegang jabatan seperti PNS, anggota DPRD, TNI/Polri, Walikota dan Wakil Walikota bahkan pejabat desa seperti kepala desa semuanya harus mengundurkan diri dari jabatan yang diemban sebelum ditetapkan sebagai calon kepala daerah.

Untuk itu pihak KPUD Kota Pagaralam kembali mengingatkan sejumlah kandidat yang akab maju dalam pemilihan Walikota dan Wakil Wakil Walikota Kota Pagaralam 2018 mendatang.

Pasalnya waktu pendaftaran untuk calon melalui jalur Parpol akan segera dibuka pada 8 Januari sampai 12 Januari 2018 mendatang.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Selasa (5/11/2017) menyebutkan, sejumlah bakal calon yang sudah menyatakan akan maju Pilkada dan masih memegang jabatan yaitu Hj Ida Fitriati saat ini menjabat Walikota Pagaralam, Novirzah Djazuli menjabat Wakil Walikota Pagaralam.

Selain itu ada juga M Fadli dan Alpian yang saat ini merupakan anggota DPRD Kota Pagaralam yang masih aktif.

Ketua KPUD Kota Pagaralam, Yenli Elmanoveri, mengatakan, berdasarkan aturan yang ada, balon yang memiliki jabatan harus menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan jika ingin maju sebagai calon kepala daerah.

"Sebaiknya diurus secepatnya karena setelah pendaftaran, surat pengunduran diri sudah bisa dinyatakan ada saat kami (KPUD) menetapkan yang betsangkutan sebagai daftar calon tetap (DCT) pada 12 Februari 2018 mendatang," ujarnya.

Jadi saat pendaftaran, balon belum harus mengundurkan diri namun setelah berkas pendaftaran dinyatakan lengkap maka kandidat barulah mundur.

Pasalnya dikhawatirkan jika sudah mengundurkan diri namun berkas tidak lengkap sehingga belum tentu bisa ikut Pilkada.

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help