Pagaralam Kota Bunga Kini Tinggal Kenangan. Ini Penyebabnya

Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati mengatakan, Kota Pagaralam sampai saat ini masih tetap menjadi Kota Bunga meskipun

Pagaralam Kota Bunga Kini Tinggal Kenangan. Ini Penyebabnya
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tugu Bunga yang ada dikawasan Wisata Gunung Dempo yang dibuat Pemkot Pagaralam untuk menandakan bahwa Kota Pagaralam merupakan Kota Bunga. Tugu ini dibuat usai Festival Bunga Nusantara pada 2011 lalu. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah menggelar kegiatan Festival Bunga Nusantara I pada 2011 lalu Kota Pagaralam menyatakan diri sebagai salah satu Kota Bunga di Sumatera Selatan (Sumsel) setelah sebelumnya Kota Tomohon juga menyatakan diri sebagai Kota Bunga.

Bahkan untuk mengenal Kota Pagaralam sebagai Kota Bunga pemerintah saat ini membangun monumen berupa Tugu Bunga di kawasan wisata Gunung Dempo.

Namun sayangnya setelah gelaran festival itu, tidak ada lagi masyarakat Kota Pagaralam yang menanam bunga.

Hal tersebut disebabkan banyak petani yang rugi saat menanam bunga.

Pasalnya bunga tidak ada pembelinya di Pagaralam atau dengan kata lain bunga tidak bernilai ekonomis.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Kamis (30/11/2017), sebelum gelaran festival bunga digelar pada 2011 lalu.

Banyak petani yang beralih menjadi petani bunga. Karena saat itu Pemkot membutuhkan banyak bunga untuk gelaran festival.

Namun setelah festival bunga selesai digelar maka bunga tanaman petani tidak ada lagi yang membeli.

Yogi (33) salah satu mantan petani bunga mengatakan, saat itu pihaknya sengaja menanam bunga berbagai jenis ditanah seluas satu hektar.

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved