Pemilihan Walikota Pagaralam

KPU Pagaralam Verifikasi Tiga Pasang Balon Independen. Ini Dia Ketiga Pasangan Itu

Nantinya akan ada perbaikan jika dalam verifikasi administrasi ditemukan kekurangan kelengkapan berkas.

KPU Pagaralam Verifikasi Tiga Pasang Balon Independen. Ini Dia Ketiga Pasangan Itu
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Ketua KPUD Kota Pagaralam, Yenli Elmanoveri 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Sejak 25-29 November penyerahan berkas dukungan pasangan balon perseorangan (independen) di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pagaralam menerima tiga berkas pasangan balon yang akan diverifikasi lebih lanjut.

Ketiganya diterima KPUD karena memenuhi jumlah minimal yang ditetapkan yakni 10 persen dukungan yang tersebar di lima kecamatan Se Kota Pagaralam atau 10.452 dukungan.

Informasi Sripoku.com, Kamis (30/11/2017), menyebutkan ketiga pasangan balon independen yang berkas dukungannya diterima KPUD adalah pasangan Novirzah Dajzuli-Suharindi (NS) yang menyerahkan dukungan sebanyak 14.819.

Kemudian pasangan Ludi Oliyansah-A Fachri (LA) dengan jumlah dukungan 13.371.

Lalu di hari terakhir penyerahan dukungan ada pasangan Hermanto-Musabaqoh (HM) dengan jumlah dukungan 11.662.

Ketua KPUD Kota Pagaralam, Yenli Elmanoveri mengatakan, ketiga berkas dukungan pasangan balon independen akan diverifikasi baik verifikasi administrasi mulai Kamis (30/11/2017) sampai 8 Desember mendatang.

Kemudian akan dilanjutkan dengan verifikasi vertual dari 12-25 Desember.

"Berkas dukungan ketiga pasangan balon kita nyatakan diterima dan akan dilanjutkan dengan verifikasi administrasi dan verifikasi vertual," ujarnya.

Nantinya akan ada perbaikan jika dalam verifikasi administrasi ditemukan kekurangan kelengkapan berkas.

Namun jika saat diverifikasi ditemukan kejanggalan yang berpengaruh dengan berkurangnya jumlah minimal dukungan yaitu 10.452 dukungan, maka kekurangan tersebut harus diganti dengan dua kali jumlah kekurangan dukungan.

"Jika saat diverifikasi banyak ditemukan dukungan ganda atau dukungan yang diserahkan ke KPUD ternyata bukan pendukung pasangan balon, maka otomatis dukungan itu akan mengurangi jumlah dukungan yang dilaporkan ke KPUD sehingga harus diganti 2 kali lipat," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help