SriwijayaPost/

Pengamat: Pernyataan bahwa Tegal Binangun Masuk Palembang Belum Bisa Jadi Pedoman

Apabila keputusan sudah didapatkan Tegal Binangun masuk wilayah mana, warga harus legowo dan mengikuti keputusan yang resmi secara hukum.

Pengamat: Pernyataan bahwa Tegal Binangun Masuk Palembang Belum Bisa Jadi Pedoman
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kondisi terkini kawasan Tegal Binangun, Rabu (29/11/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat Hukum Tata Negara Sumsel, Febrian meminta warga Tegal Binangun untuk bersabar menunggu hasil wilayah mereka apakah masuk Palembang atau Banyuasin.

Keputusan Pemprov Sumsel yang menyatakan Tegal masuk Palembang bisa menjadi titik terang bagi warga di sana.

"Selama belum ada penyelesaian secara resmi di mata hukum warga tenang dulu. Harap bersabar saja," ujarnya, Rabu (29/11/2017).

Baca: Diusulkan Masuk Banyuasin, Warga Tegal Binangun Was-was. Warga Minta Pemerintah Segera Lakukan Ini

Baca: Alex Noerdin: Itu Hati-hati Ye! Omongan Itu Saja sudah Pidana, Soal Ancaman Warga Tegal Binangun

Baca: Tuntutan Warga Tegal Binangun Disetujui Pemerintah Provinsi Sumsel, Ini Reaksi Warga

Warga Tegal Binangun menunjukkan KTP bahwa mereka berdomisili di Palembang, beberapa waktu lalu.
Warga Tegal Binangun menunjukkan KTP bahwa mereka berdomisili di Palembang, beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Ia menegaskan, kalau hanya sebatas pernyataan bahwa Tegal masuk Palembang belum bisa menjadi pedoman terlebih ada waktu untuk berpikir selama tiga hari terlebih dahulu.

Namun untuk kepastian itu harus ditindaklanjuti dengan kesepakatan resmi di mata hukum lewat dokumen-dokumen pendukung.

Warga menolak masuk Kabupaten Banyuasin
Warga menolak masuk Kabupaten Banyuasin (SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA)

"Jadi bukan cuma cukup pernyataan. Tetapi harus lewat proses hukum yang benar lewat dokumen yang sah lewat kesepakatan kedua pihak," tegas dia.

Tak hanya itu, Febrian menyerukan agar kedua belah pihak dalam hal ini Pemkot Palembang dan Pemkab Banyuasin harus duduk bersama dan ditengahi oleh Gubernur Sumsel untuk menemukan titik temu agar gejolak warga di sana tidak terus-menerus terjadi.

tegal binangun
(SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA)

Apabila keputusan sudah didapatkan Tegal Binangun masuk wilayah mana, warga harus legowo dan mengikuti keputusan yang resmi secara hukum.

"Imbauan itu baik saja harus tapi harus ditindaklanjuti proses hukum yang benar Kepala daerah harus duduk bersama untuk menemukan titik temu. Gubernur harus menengahinya," ungkap dia.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help