SriwijayaPost/

Cemburu, Kakek Halim Dihabisi di Kebun Pisang, Pelaku Tuduh Penyebab Keretakan Rumah Tangganya

Tak fikir panjang lagi korban langsung memukul kepala korban dengan linggis yang ia bawa dari rumah berkali-kali hingga tewas.

Cemburu, Kakek Halim Dihabisi di Kebun Pisang, Pelaku Tuduh Penyebab Keretakan Rumah Tangganya
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Halim, korban pembunuhan di temukan terkapar di kebun pisang miliknya, Senen (27/11/2017). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -Diduga karena dendam, Umri (44) warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Buay Pemaca nekat habisi nyawa Halim (65) warga setempat dengan sebuah linggis. Senen (27/11/2017) sekitar Pukul 07.30 WIB Pagi.

Dendam tersangka diduga cemburu sebab korban sering melakukan kerok-kerokan dengan istrinya, akibatnya sering bertengkar hingga istrinya meninggalkannya bersama anak-anaknya.

Hal itulah yang menyebabkan ia dendam menganggap pelaku sebagai perusak rumah tangganya.

Dendam tersangka memuncak, setelah teringat istrinya yang telah meninggalkan ia dan anak-anaknya saat sedang menonton televisi di rumahnya.

Sehingga merencanakan pembunuhan dengan menggunakan sebuah tembilang yang sengaja dibawa tersangka dari rumahnya.

Kasatreskrim, AKP Rivow Lapu, SE, SIK, MH membenarkan bahwa telah terjadi pembunuhan di kebun pisang di Talang Sri tunggal Desa Tanjung Baru Kec. Buay Pemaca.

"Ia memang benar, diduga karena motif dendam sehingga tersangka merencanakan pembunuhan tersebut,"Jelasnya.

Diceritakan Rivow, tersangka melakuakan pembunuhan karena dendam, diduga rumah tangganya dirusak oleh korban,

Tersangka Umri saat diamankan di Polres OKU Selatan
Tersangka Umri saat diamankan di Polsek Buay Pemaca OKU Selatan (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

Pagi tadi sekitar Pukul 06.30 WIB, Pelaku dengan membawa sebuah linggis mendatangi rumah korban dan menanyakan keberadaan korban.

Di rumah korban, ia tidak bertemu pada korban, ia bertemu istri korban mengatakan kalau suaminya sedang berada di kebun.

Lalu tersangka menuju kekebun, sesampainya disana ia bertemu korban dengan bertanya,

"Apa benar kamu sering kerok-kerokan dengan Iroh," ia bertanya.

Namun bukanya menjawab jujur, korban malah bertanya balik pada pelaku, "Kenapa?,"tanyanya balik.

Tak fikir panjang lagi korban langsung memukul kepala korban dengan linggis yang ia bawa dari rumah berkali-kali hingga tewas.

Lalu setelah kejadian itu lanjut, Rivow korban meninggalkan pelaku di kebun pisang dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa, dan mendatangi rumah Kepala Dusun setempat mengatakan kalau ia telah membunuh korban, dan meminta segera diserahkan kepolisi.

Sekitar Pukul 09.00 WIB anggoya Polsek Buay Pemaca mengamankan pelaku dan dibawa ke Polsek setempat untuk di tindak lanjuti.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help