SriwijayaPost/

Ratusan Bangunan Milik Perusahaan di Muba Tanpa IMB, Kok Bisa Beroperasi? Tapi Terancam Disegel

"Jika belum mengurus kita akan turun kelapangan dan jangan salahkan jika ada penyegelan," tegasnya.

Ratusan Bangunan Milik Perusahaan di Muba Tanpa IMB, Kok Bisa Beroperasi? Tapi Terancam Disegel
SRIPOKU.COM/FAJERI
Plt Sekda Muba Drs Apriyadi MSi ketika memimpin rapat perihal monev IMB perusahan 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Pemerintah Kabupaten Muba memberikan peringatan secara tegas bagi perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba untuk segera mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Peringatan tegas tersebut dilakukan karena banyak perusahaan yang beroperasi di Muba, tidak memiliki IMB.

"Saya ingatkan dengan tegas bagi seluruh perusahaan yang ada di Muba, bahwa IMB ini adalah kewajiban. Jadi tolong kewajiban ini di urus, bagi perusahaan yang selama ini melalaikan IMB segera diselesaikan prosedurnya," kata Plt Sekda Muba Drs Apriyadi MSi, disela-sela rapat tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi perizinan dan non perizinan serta hasil pengumpulan data IMB, Jumat (24/11).

Peringatan tersebut dilakukan setelah Pemkab Muba melakukan monitoring dan evaluasi perizinan di Muba. Dari sana didapati data bahwa ratusan bangunan yang dimiliki oleh banyak perusahaan beroperasi tanpa IMB, bahkan ada yang mencapai belasan tahun.

"Jika kita lihat secara aturan seharusnya puluhan perusahaan tersebut dikenakan denda. Namun hal ini untuk sementara belum dilakukan, karena kita ingin melihat komitmen perusahaan dalam mentaati peraturan," ungkapnya.

Sebelumnya Pemkan telah mengirimkan surat peringatan sebanyak dua kali kepada seluruh perusahaan untuk melakukan pengurusan IMB.

Namun, surat peringatan tersebut banyak diabaikan oleh pihak perusahaan.

"Mengurus IMB ini hanya sekali dan mudah. Oleh karena itu, kita menargetkan satu bulan bagi perusahaan untuk segera mengurus IMB, jika belum mengurus kita akan turun kelapangan dan jangan salahkan jika ada penyegelan," tegasnya.

Sementara, Plt Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muba, Erdian Syahri, menambahkan, data bangunan perusahaan yang tidak memiliki IMB didapat setelah tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) kabupaten serta pihak kecamatan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Hasil dari tim Monev dan kecamatan digabungkan menjadi satu. Hasilnya ada 18 perusahaan dengan ratusan bangunan tanpa IMB," ungkapnya.

Saat ini jumlah tersebut bisa bertmbah, karena masih terdapat enam kecamatan yang belum menyampaikan laporan bangunan perusahaan di wilayah kerja masing-masing tanpa IMB.

"Masih ada enam kecamatan yang belum melaporkan perusahaan yang belum ada IMB di wilayahnya. Kalau sudah ada, kita akan bergerak,"jelasnya.

Adapun perusahaan yang bangunannya tanpa IMB, diantaranya, PT Guthrie Pecconina Indonesia (GPI) 118 bangunan tanpa IMB, PT Pinang Witmas Sejata 129 bangunan tanpa IMB, PT Agronusa Bumi Lestari 42 bangunan tanpa IMB, PT Pelangi Inti Pertiwi 115 bangunan tanpa IMB, PT Inti Megah Bestari Pertiwi 116 bangunan tanpa IMB, PT Cangkul Bumi Subur 81 bangunan tanpa IMB, PT Swadaya Bhakti Negara Mas 66 bangunan tanpa IMB.

Lalu, PT Musi Banyuasin Indah 21 bangunan tanpa IMB, PT Sawit Mas Sejahtera 13 bangunan tanpa IMB, PT Inti Agro Makmur 12 bangunan, PT Medco E & P Indonesia 10 bangunan, PT Sentosa Mulia Bahagia 8 bangunan dan 5 tower Telkomsel serta 2 tower XL tanpa IMB

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help