Penumpang Lion Air Mengamuk

Penumpang Lion Air yang Mengamuk Diterbangkan Hari Ini Lewat Medan

Untuk yang kesekian kalinya pemumpang Liin Air mengalami kekecewaan saat akan diterbangkan yang selalu delay

Penumpang Lion Air yang Mengamuk Diterbangkan Hari Ini Lewat Medan
Kompas.com
Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/7/2017). 

Penumpang Lion Air yang Mengamuk Diterbangkan Hari Ini Lewat Medan

SRIPOKU.COM, BATAM -- Untuk yang kesekian kalinya pemumpang Liin Air mengalami kekecewaan saat akan diterbangkan yang selalu delay atau saat transit menuju kota yang dituju.

Kali ini belasan penumpang Lion Air asal Pekanbaru, Provinsi Riau, dengan tujuan Palembang, yang mengamuk di Bandara Hang Nadim Batam saat transit karena tidak kunjung diberangkatkan, Senin (20/11/2017) kemarin, akhirnya akan diterbangkan, Selasa (21/11/2017) pagi ini.

"Cuma kapan berangkatnya saya juga tidak tahu pasti, yang jelas pengakuan dari pihak Lion Air akan diberangkatkan pagi ini juga," kata GM Operasional Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa.

Hanya saja, lanjut Suwarso, belasan penumpang tersebut tidak langsung ke Palembang, melainkan kembali transit di Medan. Setelah itu, baru menuju Palembang.

"Kalau mereka langsung ke Medan, jadwalnya siang. Makanya dialihkan dengan tujuan Medan kemudian dilanjutkan ke Palembang," katanya.

Atas kejadian ini, Suwarso juga mengaku kecewa dengan pihak Maskapai Lion Air yang tidak mau terbuka dengan pihak media.

"Saya tadi juga sempat marahi mereka, kenapa tidak merespons rekan media yang mengonfirmasi prihak tersebut, agar beritanya tidak simpang siur," kata Suwarso.

Disinggung mengenai belasan penumpang tidur di Bandara, Suwarso mengaku itu atas keinginan penumpang sendiri.

"Pihak Lion Air sudah menawarkan tidur di hotel, mungkin karena penumpang berharap bisa diterbangkan malam itu juga, makanya mereka memilih bertahan di bandara. Namun akhirnya pagi ini mereka bisa diterbangkan ke Palembang," terang Suwarso.

Halaman
12
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help