Inspirasi

Agar Bisnis Digital Anda Dilirik Investor Asing! Perhatikan 4 Hal ini

Nilai investasi yang masuk ke start up atau perusahaan-perusahaan rintisan baru di Indonesia tidak main-main. Nilainya mencapai triliunan rupiah.

Agar Bisnis Digital Anda Dilirik Investor Asing! Perhatikan 4 Hal ini
http://bisnis.liputan6.com
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM - Nilai investasi yang masuk ke start up atau perusahaan-perusahaan rintisan baru di Indonesia tidak main-main. Nilainya mencapai triliunan rupiah.

Alibaba, raksasa e-commerce Tiongkok, menyuntik dana ke Tokopedia, salah satu marketplace nomor satu di Indonesia senilai 1,1 miliar dolar AS atau Rp 14,7 triliun. Tencen, juga dari Tiongkok, menggelontorkan 1,2 miliar dolar AS, atau Rp 16 triliun, ke Gojek.

Berita Lainnya:  Lazada Dukung UMKM Ke Ranah Bisnis Digital

Traveloka, situs penyedia layanan pemesanan kamar hotel dan pesawat, juga mendapat kucuran dana 500 juta dolar AS dari perusahaan keuangan dan perjalanan daring dunia; Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital.

Penelitian Google dan AT Kearney menyebutkan nilai investasi asing ke start-up Indonesia melonjak dari 44 juta dolar AS pada 2012 menjadi 1,4 miliar dolar AS akhir 2016, atau naik tiga kali lipat. Rentang Januari-Agustus, nilai investasi melonjak lagi menjadi 3 miliar dolar AS.

Muncul pertanyaan mengapa investor asing gencar menggelontorkan uangnya ke perusahaan start-up di Indonesia?

Jimmy Gani, pendiri Indonesian Competitiveness & Economic Development (ICED) Institute, mengatakan fenomena ini terjadi akibat ketiadaan venture capital, atau pemodal ventura, di Indonesia. Investor asing bisa mengukur besaran risiko setiap start-up, pemodal Indonesia masih meraba-raba.

"Investor asing tahu mana start up yang akan sukses," kata Gani.

Mifza Muzayan, Sales Operation and Strategy Lead Google Indonesia, punya pendapat lain. Menurutnya, investor asing tertarik mendanai start-up lokal karena dalam lima tahun ke depan makro ekonomi Indonesia bernilai signifikan.

"Gross domestic product per kapita Indonesia naik dari 2.600 pada tahun 2016 menjadi 6.000 tahun 2021," kata Muzayan.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved