SriwijayaPost/

Sejumlah Sayur Tumbuh Subur di Daerah Semende Muaraenim Ini, Tapi Petani Masih Terkadala Modal

Kondisi alam perbukitan yang sejuk membuat berbagai tanaman tumbuh subur dan bisa menjadi mata pencaharian utama

Sejumlah Sayur Tumbuh Subur di Daerah Semende Muaraenim Ini, Tapi Petani Masih Terkadala Modal
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Petani sayur kol atau kubis di Semende Muaraenim yang butuh suntikan modal. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebagian petani sayur mayur di Semende khususnya di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim, terkendala kekurangan modal.

Akibatnya para petani tidak maksimal dalam membuka lahan pertanian, Selasa (14/11/2017).
Dari pengamatan dan informasi di lapangan, di wilayah Semende sangat cocok sekali untuk lahan pertanian, namun sayang terkendala modal sehingga petani tidak bisa menggarap lebih luas.

Tampak beberapa tanaman sayur yang masyarakat kembangkan di lereng Bukit Barisan tepatnya di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim sangat mempesona.

Berbagai jenis sayuran seperti cabe, kubis, sawi daun bawang, kentang, tomat dan lainnya tumbuh subur dan bisa menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Belum ditambah kondisi alam perbukitan yang sejuk membuat berbagai tanaman tumbuh subur dan bisa menjadi mata pencaharian utama para petani jika diberikan modal.

Menurut Hasbullah (35) salah seorang petani sayur desa Datar Lebar, mengatakan bahwa tanaman yang di dikembangkan saat ini adalah tanamanan holtikultura dan tidak ada masalah baik dari mulai penanaman, pemiliharaan, panen maupun pemasaran untuk sementara ini tidak ada kendala.

Namun yang sangat kami butuhkan adalah modal, dan lahan yang di garap ini masih sewa pakai atau di kontrakkan oleh pemilik lahan.

Disamping itu kata Hasbullah, yang lebih memberatkan lagi adalah biaya untuk menggarap lahan sangat tinggi yakni sekitar Rp 20 juta perhektar, sebab dahulu lahan yang kami buka tersebut adalah merupakan lahan tidur yang masih di penuhi pepohonan dan semak-semak sehingga harus menggunakan tenaga ektra dan modal yang banyak.

Oleh karena itu dia berharap kepada pemerintah atau pihak swasta kiranya dapat mencarikan solusi agar petani sayur mayur ini dapat dibantu baik berupa uang dengan pinjaman yang bunganya tidak terlalu tinggi maupun bantuan alat-alat pertanian seperti handtrakctor, semprotan, obat-obatan, racun hama dan lainnya.

"Lahan yang digarap dengan sistem sewa pinjam pakai baru setengah hektar, jika ada modal dia berniat untuk membuka lahan yang lebih luas lagi," Pungkasnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help