SriwijayaPost/

Rani Arvita Pegawai BPN Palembang Divonis Dua Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

"Yang perlu diketahui publik, bahwa ibu Rani tidak terbukti atas tuduhan dalam dakwaan pertama jaksa."

Rani Arvita Pegawai BPN Palembang Divonis Dua Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Rani Arvita, pegawai BPN Kota Palembang yang menjadi terdakwa kasus pungli ketika menjalani sidang putusan vonis di Pengadilan Tipikor PN Klas IA Palembang, Selasa (14/11/2017). 

Lantaran vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU yakni lima tahun penjara dengan denda Rp200 juta subsider tiga bulan penjara.

JPU Iskandarsyah SH diberikan waktu tujuh hari oleh majelis hakim untuk pikir-pikir atas putusan vonis yang lebih ringan dari tuntutan.

Begitu juga dengan kuasa hukum Rani yang juga diberikan waktu, apakah menerima atau tidak atas vonis majelis hakim.

Seusai sidang vonis, Rani disambut haru oleh keluarga dan kerabatnya yang secara bergantian untuk memeluk Rani sebagai tanda memberikan dukungan.

Meskipun sedikit menahan rasa sedihnya, namun ekspresi Rani tetap tenang menghadapi keluarga dan kerabatnya di ruang sidang.

"Saya apresiasi atas putusan majelis hakim. Saya pribadi memohon maaf kepada semuanya selama proses ini. Untuk proses hukum selanjutnya, saya serahkan kepada kuasa hukum," ujar Rani.

Ditanyai soal status PNS yang masih disandangnya, Rani menyerahkan semuanya kepada aturan hukum yang berlaku.

"Kondisi saya sehat, memang banyak yang nanya, tapi sampai saat ini saat sehat. Untuk status PNS, saya belum tahu dan masih menunggu dari kementerian. Dan juga putusan ini belum incrah," ujar Rani yang begitu tampak tenang.

Sementara itu menurut Ian Iskandar SH sebagai kuasa hukum terdakwa Rani, putusan majelis hakim patut diapresiasi. Dikarenakan apa yang menjadi dakwaan pertama jaksa sebelumnya tidak terbukti.

"Yang perlu diketahui publik, bahwa ibu Rani tidak terbukti atas tuduhan dalam dakwaan pertama jaksa. Poin ini yang penting bahwa itu adalah jebakan. Bisa jadi ibu Rani bukan pelaku tunggal. Putusan ini bisa memberikan dan menyangkal tuduhan selama ini dan kita apresiasi betul," ujar Ian Iskandar.

Diberitakan sebelumnya, Rani Arvita yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Sengketa dan Konflik BPN Kota Palembang, ditangkap tim saber Polresta Palembang di kantornya BPN Kota Palembang, Kamis (4/5/2017).

Rani terjaring karena adanya pungli untuk proses pengurusan surat tanah yang sedang bersengketa.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help