SriwijayaPost/

Polres Pagaralam Larang Keras Warga Naik Puncak Gunung Api Dempo

Jika tidak diantisipasi maka dikhawatirkan jika tidak ada larangan pendaki akan tetap melakukan pendakian meskipun status GAD waspada.

Polres Pagaralam Larang Keras Warga Naik Puncak Gunung Api Dempo
IST/FORPA
ABU VULKANIK : Tampak bumbungan abu Vulkanik dari kawah Gunung Api Dempo (GAD) setinggi 1.000 meter. Akibatnya kawasan Dempo Utara terkena hujan Abu Vulkanik, kejadian Kamis (9/11/2017) pukul 17.00 WIB. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Menyusul adanya aktivitas Gunung Api Dempo (GAD) yang memgeluarkan abu Vulkanik karena letusan Freaktik pada Kamis (9/11/2017) lalu, Polres Pagaralam langsung bergerak cepat dengan memgeluarkan imbauan larangan pendakian GAD selama statusnya masih di level II yaitu Waspada.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya korban jiwa jika ada letusan vulkanik susulan.

Pasalnya kejadian alam seperti letusan freaktik bisa terjadi kapan saja.

Jika tidak diantisipasi maka dikhawatirkan jika tidak ada larangan pendaki akan tetap melakukan pendakian meskipun status GAD waspada.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Selasa (14/11/2017), Kapolres Pagaralam dan Kapolsek Pagaralam Selatan serta tim pencita alam memasang spanduk larangan pendakian ke puncak Dempo.

Imbuan ini dilakukan dan bertujuan untuk menjaga adanya hal hal yang tidak diinginkan apa bila ada pendaki yang tetap naik kepuncak Dempo.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk mengatakan, diharapakan dengan adanya himbuan ini semua warga dan masayarakat pendatang tidak melakukanaan pendakian.

"Ini himbauan keras, jadi kami harap diindahkan. Jika masih ada pendaki yang nekat mendaki maka akan kita tindak dan dibina di Polres Pagaralam," tegas Kapolres.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk di lokasi pemasangan spanduk imbauan larangan pendakian Puncak Dempo di Kampung IV dan Tugu Rimau, Selasa (14/11/2017).
Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIk di lokasi pemasangan spanduk imbauan larangan pendakian Puncak Dempo di Kampung IV dan Tugu Rimau, Selasa (14/11/2017). (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Jika masih ada pendaki yang naik tanpa memberikan informasi ke pihak terkait maka pihak Polres Pagaralam tidak akan bertagung jawab jika terjadi sesuatu.

"Pemasangan spanduk larangan dipasang di pintu masuk gunung Dempo dan dipuncak rimau, dan kampung empat gunung Dempo yang menjadi titil awal pendakian," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help