SriwijayaPost/

Pelaku Pengeroyok Lompat dari Jembatan Ampera, Polisi Kejar Pakai Perahu Ketek, Hasilnya

Salah satu pelaku penganiayaan terjun ke sungai Musi dari Jembatan Ampera karena dikejar polisi tapi upayamya sia-sia.

Pelaku Pengeroyok Lompat dari Jembatan Ampera, Polisi Kejar Pakai Perahu Ketek, Hasilnya
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Para tersangka penganiayaan saat diamankan di Polresta Palembang. 

" Saya tak berani dengan pelaku, jadi usai cek-cok mulut saya membeli pisau di kawasan itu. Kemudian saya
minta Mardianyah menusuknya. Memang awal masalah dari saya," ungkap Andy, yang ditangkap petugas usai lompat dari jembatan Ampera dan ditangkap dengan mengunakan perahu ketek.

Sedangkan Mardianyah mengaku, dirinya hanya disuruh Andy untuk melakukan penusukan terhadap korban," saya memang tahu masalah pak.

Tetapi saya tidak menyuruh Andy yang membeli pisau. Ketika ribut tadi, Andy yang langsung memberikan pisau ke saya, jadi saya tusuk korban sebanyak dua kali. Sebelum juga saya sudah menasehati Andy untuk tidak
ribut.

Namun dia memaksa saya untuk pengeroyokan korban," Aku Mardianyah, sambil meringis ditembak petugas.
Sementara, Agusman, mengaku dirinya memang ikut kedua temannya. Namun tidak melakukan pengeroyokan apalagi melakukan pemukulan Terharap korban.

" Saya hanya melihat saja pak. Tidak ikut mengeroyok kotban. Nah ketika datang polisi, kami lari naik ampera. Sedang Andy loncat dari Ampera," katanya menyesal ikut-ikutan aksi ini.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara SIK, membenarkan anggota Tim Tekab 134, setelah mendapatkan laporan dari warga telah terjadi aksi
pengeroyokan tersebut langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dan langsung pula melakukan pengejaran terhadap ke tiga pelaku.

Alhasil, dengan cepat dalam hitungan 15 menit pelaku pun berhasil diamankan, setelah lari naik Ampera dan loncat dari Ampera.

" Salah satu pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena hendak kabur saat ditangkap. Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 351 KHUP, dengan ancaman 7 tahun penjara," tegas Yon.

Ditempat berbeda, usai kejadian korban langsung dilarikan ke RS AK Gani, karena mengalami luka tusuk di bagian perut dan luka robek di bagian tangan kanannya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help