SriwijayaPost/

Pasar Malam di Babat Toman Muba Ditutup Paksa Tim Gabungan karena tidak Mengantomgi Izin

Penertiban yang dilakukan tersebut dikarenakan tidak ada izin atas berdirinya pasar malam tersebut.

Pasar Malam di Babat Toman Muba Ditutup Paksa Tim Gabungan  karena tidak Mengantomgi Izin
SRIPOKU.COM/FAJERI
Tim gabungan pembongkaran pasar ketika melakukan apel persiapan 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Penertiban pasar malam yang berada di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Disperindag, Polsek Babat Toman, Sat Pol PP, dan Kecamatan Babat Toman.

Penertiban yang dilakukan tersebut dikarenakan tidak ada izin atas berdirinya pasar malam tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muba, melalui Kasi Pengembangan Pengelolaan Saran Distribusi dan Logistik, Supriyanto, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah merekomendasikan kegiatan pasar malam di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman.

Selain itu berdirinya pasar tersebut tidak terpantau sama sekali oleh Disperindag Muba.

"Berjalannya kegiatan pasar malam di Kelurahan Babat tidak direkomendasikan oleh Disperindag Muba sesuai surat nomor ; 511/1092/Dagprint/2017, tgl 13 Nov 2017. Karena tidak ada rekomendasi sehingga kehadiran pasar malam tersebut dapat menimbulkan konflik sosial, maka hari ini kita lakukan penutupan," kata Supriyanto, disela-sela penutupan pasar malan, Selasa (14/11).

Lanjutnya, ketika hendak dilakukan pembongkaran terhadap pasar malam yang ada, pihak pengelola bersedia melakukan pembongkaran sendiri dan hal tersebut berjalan sedikit alot dan dilakukan mediasi terlebih dahulu.

"Setelah dilakukan koordinasi didapatkan kesimpulan bahwa penertiban tetap dilakukan, sehingga pembongkaran dilakukan oleh pemilik sendiri dan dituangkan dakam surat pernyataan," ungkapnya.

Camat Babat Toman Agus Kurniawan,S.STP, membenarkan operasi pasar malam di lapangan UPTD Dikbudpar Kelurahan Babat tidak memiliki ijin.

"Kita sudah melakukan teguran terhadap pasar malam itu, surat teguran tersebut dari Lurah Babat agar menghentikan kegiatan tersebut," ujarnya.

Sementara, Redi Gustro salah satu pengelola pasar malam, mengatakan, terkait pembongkaran mereka siap melakukan. Selain itu pihaknya telah menyampaikan permohon izin ke Disperindag Muba agar dapat beroperasi.

"Kita sangat menyayangkan surat permohonan tersebut sampai sekarang tidak ada tanggapan dari Disperindag," jelasnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help