SriwijayaPost/

Menjijikkan, Video Viral Organ Kanker Dekati Emas dan Jauhi Bawang Putih, Ini Fakta Aslinya

"Jika seseorang dibedah dan dikeluarkan kanker dari tubuh, sel kanker yang berbentuk benjolan yang dikeluarkan itu akan mati

SRIPOKU.COM - Masih ingat dengan video viral sel kanker dan bawang putih di sebuah piring. 

Beberapa hari lalu, netizen dibuat geger dengan video tersebut. 

Dalam video itu sipembut mengatakan jika sel kanker 'takut' pada bawang putih dan sebaliknya 'menyukai' emas menjadi viral di media sosial.

Rekaman yang berdurasi kurang dari dua menit tersebut menampilkan benda hitam yang diduga sel kanker manusia dilihat 'melarikan diri' dari bawang putih tapi lebih 'tertarik' dengan emas.

Video viral bawang putih ditakuti sel kanker
Video viral bawang putih ditakuti sel kanker ()

Dengan kata lain, rekaman tersebut ingin membuktikan bahwa siapa saja yang rutin makan bawang putih kemungkinan akan sangat sulit terkena kanker. Sebagaimana dikutip dari laman mynewshub.

Tapi bagi yang suka memakai logam yang terbuat dari emas, mereka lebih cenderung menjadi korban penyakit berbahaya.

"MENJIJIKKAN !!!" Itulah salah satu reaksi dokter nasional setelah menyaksikan video kanker tersebut.

Menurut pakar Onkology Gynecologist Consultant, Dr. Mohd Rushdan Md. Noor, videonya sangat menjijikkan dan merupakan bentuk kecurangan yang membodohi pikiran manusia.

"Video yang diduga menunjukkan sel kanker tertarik pada emas (artinya kanker seperti emas dan bisa berlipat ganda lebih cepat) namun menolak bawang putih jelas merupakan bentuk penipuan yang membodohi akal manusia," kata Rusdhan mengutip sebuah portal online.

Dijelaskannya, apabila dokter mengeluarkan sel kanker dari tubuh maka sel akan mati seketika karena suplai darah dan nutrisi sudah terputus dari pasien.

"Jika seseorang dibedah dan dikeluarkan kanker dari tubuh, sel kanker yang berbentuk benjolan yang dikeluarkan itu akan mati karena terganggunya suplai darah dan nutrisi dari pasien.

"Dan jika si pasien meninggal dunia, sel kanker yang ditemukan di tubuh pasien juga akan mati. Jadi video jelas menunjukkan satu penipuan," jelasnya.

Rushdan menambahkan, biasanya setelah proses pembedahan selesai, semua benjolan kanker akan dimasukkan ke dalam larutan tak berwarna yang dikenal dengan Formalin untuk tujuan pembekuan.

Selanjutnya, akan diserahkan ke laboratorium patologi untuk tujuan pemeriksaan terperinci dan tidak akan diberikan kepada pasien atau ahli waris sama sekali.

Viral Video Organ Kanker Dekati Emas dan Jauhi Bawang Putih! Hoax atau Fakta?
 
"Alasannya adalah agar ahli patologi dapat menganalisis benjolan secara rinci karena ini adalah salah satu alasan mengapa operasi dilakukan selain untuk perawatan," katanya.


Sementara itu, menanggapi spekulasi soal emas, ia mengatakan barang tersebut juga memiliki khasiat antikanker meski masih dalam tahap penelitian.

"Tahukah Anda bahwa ada obat antikanker yang disebut platinum berbasis Cisplatin, Carboplatin dan Oxaliplatin?


"Studi telah menunjukkan bahwa emas (Emas (III) / Au) juga memiliki khasiat antikanker meski masih dalam tahap penelitian.


"Obat-obatan yang terkandung di dalamnya mengandung logam platinum, perak dan emas yang dikenal sebagai metalodrug," jelasnya.


Selain itu, Rushdan mengatakan, video tersebut mungkin hanya untuk mengambil keuntungan dan membuat interpretasinya sendiri untuk sebuah tujuan tertentu.

"Mungkin ada pihak lain yang memanfaatkan video tersebut dan membuat interpretasi mereka sendiri untuk tujuan tertentu.


"Saya harap masyarakat jangan menyebarkan kebohongan ini dan membuat hal itu sebagai pelajaran sehingga tidak tertipu lagi di masa depan," ucapnya.


Sementara itu, pendapat sang dokter Rusdhan mendapat dukungan dari dokter spesialis medis lainnya.


Diantaranya, Konsultan Medis Paliatif Universitas Malaya (PPUM), Dr. Sheriza Izwa Zainuddin, yang mengatakan, sel membutuhkan nutrisi, oksigen dan lingkungan optimal untuk merespons.


Karenaya, jelas sel kanker tidak bisa bertahan di luar tubuh manusia.


Menurutnya, nomor telepon yang ditunjukkan di atas video tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa ini bukan penelitian laboratorium namun memiliki tujuan untuk tujuan lain.


Sampai saat ini, video yang tersebar luas masih belum teridentifikasi dari mana sumbernya.


Lihat disini :
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help