SriwijayaPost/

Panggilan KPK

Setnov Mangkir Lagi dengan Alasan "Surat Sakti" Presiden

Ketua DPR Setya Novanto lagi-lagi tidak menghadiri panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (13/11/2017) alias mangkir.

Setnov Mangkir Lagi dengan Alasan
Kompas.com
Ketua DPR Setya Novanto seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (16/11/2015). 

Setnov Mangkir Lagi dengan Alasan "Surat Sakti" Presiden

JAKARTA, KOMPAS.COM — Ketua DPR Setya Novanto lagi-lagi tidak menghadiri panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (13/11/2017) alias mangkir.

Alasan klasik Novanto bahwa KPK harus mengantongi izin "Surat Sakti" dari Presiden Joko Widodo untuk dapat memeriksa dirinya.

Alasan ini disampaikan Novanto dalam surat yang dikirimkan ke KPK.

Surat itu bertanda kop DPR dan ditandatangani Ketua DPR.

"Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudiharjo)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/11/2017).

"Alasan yang digunakan adalah terkait izin Presiden," ujar Febri.

Dalam surat tersebut, lanjut Febri, juga dijelaskan mengenai hak imunitas DPR versi Novanto.

Novanto akan diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan kasus e-KTP untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Pemanggilan Novanto sebagai saksi untuk Anang merupakan kali ketiga. Pemanggilan pertama pernah dilakukan KPK pada 30 Oktober 2017.

Halaman
12
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help