SriwijayaPost/

Sambil Menitikkan Air Mata Yeni Melaporkan Suaminya ke Polisi karena tidak Dinafkahi

" Oleh itulah pak terpaksa saya laporkan, karena kami masih berstatus suami istri. Dan hingga kini saya tak dinafkahinya," beber Yeni

Sambil Menitikkan Air Mata Yeni Melaporkan Suaminya  ke Polisi karena tidak Dinafkahi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Yeni (32), ditemani orang tuanya ketika melapor ke Polresta Palembang, karena ditelentarkan suaminya, Senin (13/11). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak tahu apa masalahnya, membuat Yeni (32), seorang ibu rumah tangga harus diusir suaminya sendiri dari rumahnya.

Akibat kejadian tersebut Yeni pun terpaksa melaporkan suami ke Polresta Palembang, Senin (13/11), sekitar pukul 13.00.

Dengan menitikkan air mata ditemani orang tuanya, warga Perum OPI Blok-A No 13, RT 41/13 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I, Palembang ini, menuturkan kejadian tersebut terjadi Senin (8/5), lalu sekitar pukul 08.00, di Jalan Ramakasih 5 No 36, Lemabang, Palembang.

Dimana, Yeni telah diusir oleh terlapor Adi Saputra (34), tanpa masalah dan alasan apapun.

" Sebenarnya kami tidak ada masalah pak. Namun saya tidak tahu mengapa suami saya itu mengusir saya," ungkapnya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Lanjut Yeni, status mereka pun hingga kini masih suami-istri yang sah.

Namun walaupun tak serumah lagi, suaminya dari bulan Mei lalu tidak menafkahinya lahir dan bathin.

" Oleh itulah pak terpaksa saya laporkan, karena kami masih berstatus suami istri. Dan hingga kini saya tak dinafkahinya," beber Yeni dengan kepala tertunduk.

Dengan adanya laporan Yeni, dirinya berharap laporannya segera ditindaklanjuti," Saya harap laporan saya ini segera ditindaklanjuti pak. Biar dia jera dan ditangkap," ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK, Ipda Wahad membenarkan laporan korban sudah diterima pihaknya.

" Laporan sudah diterima, tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan akan segera ditindaklanjuti unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang," ungkap Wahad. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help