SriwijayaPost/

Sakim SH Mantan Anggota DPRD Sumsel Dilaporkan ke Polisi, Ini Ulahnya di WA

Isi video berkonten mendidik anak yang dibanding-bandingkan antara cara mengajar anak dengan cara Islam dan dengan cara agama lain.

Sakim SH Mantan Anggota DPRD Sumsel Dilaporkan ke Polisi, Ini Ulahnya di WA
istimewa
Sakim SH, anggota DPRD Sumsel fraksi PDI-P

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Video yang disebar Sakim, mantan anggota DPRD Sumsel, berbuah laporan ke pihak kepolisian. Sakim dilaporkan Gabungan Umat Islam Palembang ke SPKT Mapolda Sumsel, Senin (13/11).

Sakim dilaporkan karena telah melakukan penyebaran video ujaran kebencian dan juga menjelekkan cara pengajaran agama Islam melalui media sosial WA.

Gabungan Umat Islam Palembang diantaranya ICMI Kota Palembang, Pengacara Muslim Indonesia Palembang, PPMI, Forum Palembang Brother, Mujahid Sejati, FPI, FPPD dan lainnya, merasa tidak senang isi video yang disebarkan Sakim.

"Kami datang ke Polda Sumatera Selatan mengenai pelecehan cara mendidik agama Islam dengan cara agama lain. Ada video yang diunggah oleh terduga saudara Sakim di grup WA Forum Masyarakat Sumsel dan Suara Wong Kito," ujar Denni Cikarip, sebagai pelapor dan juga koordinator Gabungan Umat Islam Palembang.

Dalam laporannya, Sakim dilaporkan diduga karena telah melanggar UU ITE dengan menyebarluaskan video ke grup media sosial.

Isi video berkonten mendidik anak yang dibanding-bandingkan antara cara mengajar anak dengan cara Islam dan dengan cara agama lain.

Dalam video itu, seolah-olah ajaran Islam sangat kejam dan keras dan berbeda dengan ajaran agama lain yang mengajarkan kelemah lembutan. Video yang berdurasi kurang lebih 28 detik ini, menggambarkan bagaimana seorang guru mendidik anak muridnya dengan cara kelembutan dan kekerasan.

Dua video disandingkan dan lebih banyak menanyangkan video seorang guru muslim mendidik murid dengan cara memukul.

Dari video yang disebar inilah, membuat Gabungan Umat Islam di Palembang berinisiatif untuk melaporkan Sakim ke Polda Sumsel.

Gabungan Umat Islam Palembang meminta Polda Sumsel untuk melakukan tindakan dalam waktu 7 kali 24 jam. Jika tidak ada upaya melakukan tindakan hukum terhadap Sakim, maka Gabungan Umat Islam Palembang akan melakukan aksi.

Halaman
12
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help