SriwijayaPost/

Tiga Tahun DPO, Pembunuh Johan Fernandos di Lrg Serengam 32 Ilir tak Menduga Bakal Begini

"Aku pikir tidak lagi dikejar polisi, tapi akhirnya aku ditangkap saat lagi tidur," ujarnya.

Tiga Tahun DPO, Pembunuh Johan Fernandos di Lrg Serengam 32 Ilir tak Menduga Bakal Begini
Istimewa
ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Deni alias Oncom (31), buronan petugas kasus pembunuhan, diciduk petugas Reskrim IB II Palembang.

Oncom dibekuk di kediamannya di kawasan Jalan Tangga Takat Laut Kecamatan SU II Palembang.

Oncom merupakan pelaku kasus pembunuhan terhadap korban Johan Fernandos yang terjadi pada Februari 2014 silam di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Serengam, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.

Selama tiga tahun dalam pelariannya, Oncom kabur ke Jambi.

Dia kembali ke Palembang lantaran ibunya sakit.

"Selama di Jambi, aku jadi tukang las kapal tongkang. Baru enam bulan ini aku pulang ke Palembang karena ibu sakit dan aku anak tunggal," ujarnya.

Deni alias Oncom (31), buronan kasus pembunuhan terhadap korban Johan Fernandos, diamankan di Mapolsek IB II Palembang, Jumat (10/11/2017).
Deni alias Oncom (31), buronan kasus pembunuhan terhadap korban Johan Fernandos, diamankan di Mapolsek IB II Palembang, Jumat (10/11/2017). (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA)

Oncom sama sekali tak menyangka diciduk petugas.

Setelah kembali ke Palembang, Oncom bekerja sebagai kernet angkot.

"Aku pikir tidak lagi dikejar polisi, tapi akhirnya aku ditangkap saat lagi tidur," ujarnya.

Mencoba mengingat kembali. Pada saat terjadi pembunuhan, Oncom mengakui saat itu ia dan kedua temannya yakni Riki dan Tata mendatangi korban di Lorong Serengam dan langsung melakukan aksi pembunuhan.

Pelaku Riki dan Tata sudah ditangkap petugas yang kini sudah menjalani hukuman penjara di Nusa Kambangan.

Kapolsek IB II Palembang Kompol Milwani didampingi Kanit Reskrim Ipda Heri mengatakan tersangka ditangkap di kediamannya saat sedang tidur.

Tersangka juga sudah lama menjadi DPO dan mendapatkan info ada di Palembang langsung dibekuk.

"Tersangka dikenakan pasal 340 jo pasal 338 jo pasal 170 ayat 3 KUHP ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun atau mati," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help