SriwijayaPost/

Tokoh Desa Tanjungkemala Kembali Tebar Ribuan Benih Ikan Nila di Sungai Komering

Kalau memancing atau memanah itu masih hal biasa. Kalau menggunakan racun putas dan setrum maka itu yang akan menyebabkan ikan habis.

Tokoh Desa Tanjungkemala Kembali Tebar Ribuan Benih Ikan Nila di Sungai Komering
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Salah satu tokoh Desa Tanjungkemala saat melepas belasan ribu ikan Nila di Aliran Sungai Komering untuk menjaga habitat sungai tetap terjaga Jumat (10/11).

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Untuk melestarikan habitat sungai agar tetap terjaga sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, Ir H Frency Amin kembali melakukan pelestarian Sungai Komering dengan melepaskan 15 ribu bibit ikan nila ke aliran Sungai Komering Jumat (10/11).

Sebagai putra asli daerah OKU Timur, Frency mengaku terpanggil untuk kembali melestarikan Sungai Komering sehingga bisa kembali seperti dahulu dimana banyak ikan bertebaran yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memancing dan menjala demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Selain untuk menjaga kearifan lokal OKU Timur ini juga dilakukan untuk melestarikan Sungai Komering yang selama ini menjadi sumber pendapatan masyarakat baik dari segi galian C maupun dari habitat ikan yang ada,” katanya.

Menurut Frency, Ikan di Sungai Komering jika tidak dilestarikan maka akan habis karena setiap hari masyarakat memancing, menjala bahkan ada yang melakukan penyetruman.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kearifan lokal dan habitat sungai sehingga tetap bisa dimanfaatkan  oleh masyarakat.

“Harapan kita agar pemerintah dapat menganggarkan pelestarian sungai sehingga dapat tetap terjaga,” katanya.

Dikataka Frency, populasi ikan di aliran Sungai Komering saat ini sangat sedikit sehingga dibutuhkan kepedulian masyarakat untuk terus melestarikan sungai dan menjaga populasinya.

Masyarakat diharapkan ikut serta dalam memberikan pengawasan terhadap kelestarian habitat sungai.

“Kalau memancing atau memanah itu masih hal biasa. Kalau menggunakan racun putas dan setrum maka itu yang akan menyebabkan ikan habis. Masyarakat dan pemerintah serta pihak berwenang harus mengawasi dan memberikan sanksi kepada pelaku jika ketahuan,” katanya.

Menurut Frency, dalam pelestarian habitat sungai tersebut semua elemen harus saling mendukung dan memberikan masukan sehingga tetap bisa terjaga.

"15 ribu bibit ikan nila ini saya lepaskan di sepanjang aliran sungai dari kecamatan Martapura hingga Bungamayang. Jadi ikannya tidak bertumpuk di satu lokasi saja,” katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help