SriwijayaPost/

PNS Dinas PMD Ogan Ilir Terjaring OTT, Diduga Gratifikasi Pencairan Alokasi Dana Desa 2017

Sementara, yang terindikasi dugaan pungli gratifikasi senilai Rp 3 juta dari Rp 67 juta tersebut, sisanya untuk biaya pelatihan.

PNS Dinas PMD Ogan Ilir Terjaring OTT, Diduga Gratifikasi Pencairan Alokasi Dana Desa 2017
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Pasca OTT yang dilakukan unit Pidkor Polres OI di kantor Dinas PMD Pemda Kabupaten OI, aktivitas pelayanan di instansi tersebut tidak terganggu. Pantauan, sejumlah Camat beserta perangkat Desa seperti biasa memperoleh pelayanan.  

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Unit Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Ogan Ilir (OI) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang melibatkan salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) inisial YM yang bertugas di lingkungan instansi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI dan inisial IR Tenaga Sukarela (TKS).

Operasi tangkap tangan terduga gratifikasi percepatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 tersebut, berlangsung pada Rabu sore (1/11) pukul 16.00 di kantor PMD OI Jalintim Km 35 Inderalaya-Kayuagung. 

Selain mengamankan seorang PNS dan tenaga sukarela, dari OTT itu Polisi menyita uang tunai senilai Rp 67 juta dengan perincian masing-masing Rp 47 juta dan Rp 25 juta. 

Sementara, yang terindikasi dugaan pungli gratifikasi senilai Rp 3 juta dari Rp 67 juta tersebut, sisanya untuk biaya pelatihan.

Kasat Reskrim Polres OI AKP Agus S (kiri) didampingi Kanit Pidkor Iptu Sondi Fraguna SH memberikan keterangan Pers terkait pasca OTT yang melibatkan salah satu PNS di instansi Dinas PMD Pemda Kabupaten OI
Kasat Reskrim Polres OI AKP Agus S (kiri) didampingi Kanit Pidkor Iptu Sondi Fraguna SH memberikan keterangan Pers terkait pasca OTT yang melibatkan salah satu PNS di instansi Dinas PMD Pemda Kabupaten OI (SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI)

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OI AKP Agus Sunandar SIk didampingi Kanit Pidkor Iptu Sondi Fraguna menegaskan, bila uang tunai tersebut, diduga digunakan untuk biaya gratifikasi percepatan pencairan ADD tahun 2017.

Uang itu diberikan kepada inisial YM, PNS Dinas PMD OI yang menduduki jabatan struktural, oleh inisial R diduga perangkat Desa Seri Banding Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten OI.

Lanjut Kasat, sampai dengan Kamis (2/11), pihaknya belum bisa menetapkan status tersangka, dengan alasan masih dilakukan pendalaman dengan rangkaian proses penyelidikkan lebih lanjut.

"Akan tetapi, tidak menutupkemungkinan bakal ada tersangka termasuk dari pihak PNS PMD OI inisial YM. Dari OTT tersebut, uang tunai yang diamankan yakni masing-masing senilai Rp 42 juta dan Rp 25 juta. Sementara, yang terindikasi pungli gratifikasi percepatan pencairan ADD tahun 2017 senilai Rp 3 juta," ungkap AKP Agus Sunandar SIk saat dikonfirmasi para awak media di Mapolres OI, Kamis (2/11). 

Ditambahkan Kasat, untuk inisial YM PNS Dinas PMD Pemda Kabupaten OI sudah diamankan dan kini sedang menjalani proses pemeriksaan di ruang unit Pidkor Polres OI.

Sementara diketahui, sejumlah aparat Kepolisian Polres OI dari unit Pidkor, Rabu sore (1/11) pukul 16.00, menggelar OTT di kantor Dinas PMD Pemda Kabupaten OI.

Halaman
12
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help