SriwijayaPost/

Kurang Sadar Aturan Berlalu Lintas, Penyebab Konflik di Jalan

Di jalan raya, beragam orang mengendarai kendaraan bermotor. Entah itu yang mahir atau baru belajar, ditambah lagi dengan karakter

Kurang Sadar Aturan Berlalu Lintas, Penyebab Konflik di Jalan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan mengular di kawasan Seberang Ulu yang hendak menuju Ampera, Senin (30/10/2017). 

SRIPOKU.COM, Jakarta – Di jalan raya, beragam orang mengendarai kendaraan bermotor. Entah itu yang mahir atau baru belajar, ditambah lagi dengan karakter masing-masing pengemudi yang berbeda-beda.

Berita Lainnya:  Ingat, Mulai Lusa Polisi Lakukan Razia se-Indonesia. Inilah Pengendara Diincar

Semuanya berbaur di jalanan, dan hanya aturan lalu lintas yang bisa membuat semuanya berjalan harmonis. Meski begitu, ada saja orang-orang yang lalai, kondisi tersebut menuntut kita untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Gesekan-gesekan antar pengendara juga kerap terjadi, mulai dari cekcok verbal dengan mencaci maki sampai adu jotos atau berkelahi, seperti yang terjadi baru-baru ini. Ini bukan sikap yang tepat untuk diperlihatkan dan dipertontonkan di jalan.

“Diluar negeri safety awareness-nya begitu efektif dengan patuhi aturan lalu lintas. Mereka tidak ada yang nyerobot lampu merah atau menyalip sembarangan meski macet panjang dan lama, atau berkendara ugal-ugalan,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada KompasOtomotif,

“Sementara di Indonesia kesadaran berlalu lintas masih sangat rendah. Banyak yang masih menyerobot sana sini, mereka tentu mewakili semua pengendara di Indonesia. Selain bisa menyebabkan konflik, itu juga bisa menyebabkan kecelakaan. Kondisi terkurung dalam sebuah edukasi dan law enforcement yang lemah,” tutur Jusri.

Jusri melanjutkan, kalau semuanya sudah tertera di undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009, pada paragraf satu tentang Ketertiban dan Keselamatan pasal 105.

Bunyinya, setiap orang yang menggunakan jalan wajib berperilaku tertib dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan Jalan.

Kemudian pada pasal 106 ayat 1, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Jika semua pengendara mematuhi hal tersebut, tentunya kecelakaan dan berbagai konflik di jalan bisa terhindari.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://otomotif.kompas.com/ dengan Judul:
Kurang Sadar Aturan Lalu Lintas, Penyebab Konflik di Jalan

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help