SriwijayaPost/

Oknum Pol PP Kota Palembang Diseret ke Meja Hijau, Ini Perbuatannya kepada Seorang Ibu dan Anaknya

"Kasus ini banyak kejanggalan, terdakwa utamanya tidak ditahan. Apalagi kasusnya sudah lama baru naik beberapa waktu terakhir," jelasnya.

Oknum Pol PP Kota Palembang Diseret ke Meja Hijau, Ini Perbuatannya kepada Seorang Ibu dan Anaknya
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Korban Fiven dihadirkan dalam persidangan di PN Palembang, Senin (30/10/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Oknum Sat Pol PP Kota Palembang, CH (57) terpaksa berurusan dengan pengadilan karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Nuraini (65) dan anaknya Fiven Taslim (25).

Dalam persidangan mendengarkan kesaksian saksi mata dan korban di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin (30/10/2017) yang dipimpin majelis hakim, Harianto SH terungkap terdapat sebuah luka benjolan di alis mata sebelah kanan Fiven.

Sementara korban Nuraini mengalami luka lebam kebiruan di lengan sebelah kiri dengan ukuran sekitar 5 cm.

"Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam hukuman sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat 2 KUHP," jelas Jaksa Penuntut Umum, Faisal Thahir di muka persidangan.

Terungkap dalam persidangan, terdakwa CH bersama ketiga rekannya melakukan penganiayaan terhadap ibu dan anak tersebut pada, Sabtu (29/10/2016) lalu di Jalan Pangeran Subakti Bukti Kecil Palembang, dimana pada saat itu korban Fiven yang sedang mengendarai mobil berpapasan dengan terdakwa CH dan kawan-kawan yang berujung cekcok mulut.

Kemudian ketika korban pulang ke rumah, CH bersama dua terdakwa lainnya mendatangi rumah korban mengancam dengan senjata tajam lalu memukul korban Fiven bersama ibunya.

Kuasa hukum korban, David Sanaki mengaku banyak kejanggalan dalam kasus yang diderita kliennya tersebut.

Dalam kasus penganiayaan ini awalnya terdapat lima orang pelaku, namun hanya tiga orang menjadi terdakwa.

"Kasus ini banyak kejanggalan, terdakwa utamanya pun tidak ditahan. Apalagi kasusnya sudah lama baru naik beberapa waktu terakhir," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help