SriwijayaPost/

Bila Knalpot Motor Mengeluarkan Asap Hitam Pekat Itu Membahayakan Lingkungan

Untuk perawatan motor agar tetap ramah lingkungan, jelas Achmad, yaitu bahan bakar yang digunakan tidak mengandung timbal.

Bila Knalpot Motor Mengeluarkan Asap Hitam Pekat Itu Membahayakan Lingkungan
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Memeriksakan motor rutin setiap bulan bisa berkontribusi menjaga lingkungan.(sripo/refly) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Bukan hanya mobil, motor juga berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan memperhatikan kondisi emisi gas buang motor yang dikendarai.

Jika tanda-tanda seperti ini sudah terlihat, sebaiknya motor segera diservis.

Dikatakan Manager Technical Service Astra Motor Sumsel, Achmad Wahyudi, motor sudah tidak ramah terhadap lingkungan apabila sudah mengeluarkan asap.

Bukan putih, melainkan sudah hitam pekat. Jangankan untuk lingkungan, kondisi seperti ini juga tak bagus untuk kesehatan.

"Ketika sudah berasap dengan kuantitas berlebih itu sebenarnya sudah tak bagus untuk lingkungan. Apalagi jika asap yang dikeluarkan sudah berasap hitam pekat," kata Achmad, Kamis (26/10/2017).

Mengeluarkan asap dari knalpot, jelas Achmad, sebenarnya sudah termasuk kondisi yang lumayan berbahaya untuk lingkungan.

Sebab, gas buang kendaraan bermotor berpatokan dengan jarak. Si pengendara disarankan memeriksakan motor apabila jarak tempuh minimal sudah mencapai dua ribu kilometer.

Achmad melanjutkan, kendaraan bermotor yang diproduksi di atas 2005 sebenarnya sudah didesain untuk ramah lingkungan.

Di Honda misalnya sudah dilengkapi teknologi injeksi di setiap motor yang diproduksi. Adapun nama teknologinya adalah PGM-FI.

Selain itu, ungkap Achmad, ada standar yang harus terdapat di setiap motor untuk menjaga lingkungan. Standar bernama Euro 3 tersebut pastinya sudah dipenuhi di semua produk Honda.

"Dengan demikian motor memang sudah ramah lingkungan. Jadi, motor pasti bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan bersih," kata Achmad.

Untuk perawatan motor agar tetap ramah lingkungan, jelas Achmad, yaitu bahan bakar yang digunakan tidak mengandung timbal.

Kemudian melakukan pengecekan saringan udara motor secara rutin di bengkel resmi, servis motor secara rutin dan mengganti oli secara periodik apabila mencapai jarak tempuh 2000-4000 kilometer.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help