Marak Aksi Pencurian Getah Karet Beku di OKU, Akibatnya Petani Karet tidak Bisa Ngutang di Warung

Saat pemilik tinggalkan kebun karetnya, pencuri beraksi mengambil getah karet beku yang ada di mangkoknya.

Marak Aksi Pencurian Getah Karet Beku di OKU, Akibatnya Petani Karet tidak Bisa Ngutang di Warung
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Kapolsek Semidangaji Iptu Mardin SH

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Memasuki musim paceklik, sejak sepekan terakhir mulai rawan pencurian getah karet beku di kebun petani, padahal hasil getah karet beku ini menjadi tungguan petani untuk makan sehari-hari.

Pantauan di lapangan Kamis (26/10/2017), beberapa desa di Kabupaten OKU banyak petani yang mengaku getah karet bekunya gagal dipanen karena dicuri orang.

Seperti dituturkan salah seorang petani karet di OKU, getah karet selama dua minggu yang sudah membeku di dalam penampungan ludes disikat maling.

Maling yang diperkirakan beraksi pada malam hari itu mencuri karet-karet beku milik petani yang siap dipanen.

Umumnya petani karet membiarkan hasil sadapannya sampai membeku dimangkok penadahnya.

Setelah getah terkumpul dan mendekati waktu menimbang barulah petani akan mengambil getah beku dikebun, namun mirisnya begitu akan diambil ternyata sudah hilang.

Terpisah Kepala Desa Singapura, Herkules Saputra SE yang dikonfirmasi membenarkan banyak warganya yang kehilangan getah karet beku di kebun.

Menurut Kades, aksi pencurian getah beku ini memang sudah cukup meresahkan, bahkan hampir tiap malam ada saja yang kecurian getah beku.

Bahkan kata Kades, ada warganya yang mendapat musibah puteranya jatuh hingga mengalami luka dan harus dibawah berobat , saat pemilik getah karet mengantarkan anaknya berobat, kesempatan itu dimanfaatkan penjahat untuk mencuri getah karetnya.

Dikatakan Kades, pihaknya sudah mendapat warga desanya yang mengalami kerugian akan ulah pencuri getah beku dikebun petani.

Halaman
12
Penulis: Leni Juwita
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help