Dinilai Lebih Kejam dari Mutilasi, Kimpul Pembunuh Sang Pacar Divonis Hukuman Mati

Menggunakan pasal 340 KHUP, Hakim PN Palembang memvonis hukuman mati kepada Suryanto alias Kimpul pembunuh sang pacar.

Dinilai Lebih Kejam dari Mutilasi, Kimpul Pembunuh Sang Pacar Divonis Hukuman Mati
Facebook
Soniya Priska Pratiwi dan Suryanto alias Kimpul 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Sidang vonis Suryanto alias Kimpul, Rabu, (25/10/2017).

Masih ingat dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Suryanto alias Kimpul, pelaku pembunuh pacarnya sendiri Soniya Priska Pratiwi (19).

Saat itu, ia yang telah menjalani hubungan selama 7 tahun lebih dengan sang pacar.

Lantaran tidak mendapat restu menikah oleh orang tua pacar, Pelaku begitu tega menikam dan menusuk sang pacar sebanyak 3 kali hingga tewas di kamarnya.

Kimpul yang merupakan mahasiswa Universitas Swasta di Palembang tertunduk lesu di hadapan majelis hakim.

Akibat kelakuannya Kimpul divonis hukuman mati.

 Vonis hakim ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Kimpul dengan hukuman seumur hidup.

Kimpul saat menghadap majelis hakim usai pembacaan vonis hukuman matinya di PN Palembang, Rabu (25/10/2017)
Kimpul saat menghadap majelis hakim usai pembacaan vonis hukuman matinya di PN Palembang, Rabu (25/10/2017) (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Hakim memvonis Kimpul dengan Pasal 340 suatu perbuatan yang disengaja untuk menghilangkan nyawa orang lain yang terbentuk dengan direncanakan terlebih dahulu (Met voorbedachte rade).''

Dalam pembacaan vonis, majelis hakim Kamaludin menjelaskan perbuatan terdakwa lebih kejam dari mutilasi ditambah lagi korban merupakan calon istri atau tunanganya sendiri.

Dari fakta dan saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melanggar pasal 340 KUHP.

"Menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Suyanto alias Kempol atas perbuatannya," jelas Kamaludin.

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, penasehat hukum terdakwa Gress Selly langsung menyatakan sikap pikir pikir selama tujuh hari kedepan.

Senada dengan kuasa hukum terdakwa jaksa penuntut umum (JPU) Purnama Sofyan SH MH juga menyatakan sikap banding.

"Kami pikir dulu yang mulia," ujar Gress. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved