SriwijayaPost/

Bacakan Pledoi Sambil Menangis, Wanita Cantik Ini Minta Pulang. Rani: Saya Rindu Anak-anak

Rani Arvita, ASN Badan Pertanahan Negara (BPN) terdakwa kasus korupsi sengketa lahan membacakan sendiri nota pembelaannya

Bacakan Pledoi Sambil Menangis, Wanita Cantik Ini Minta Pulang. Rani: Saya Rindu Anak-anak
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Rani sambil menyeka air mata membacakan pledoi di persidangan PN Palembang, Selasa (24/10/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mengenakan pakaian dinas lengkap, Rani Arvita, ASN Badan Pertanahan Negara (BPN) terdakwa kasus korupsi sengketa lahan membacakan sendiri nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (24/10/2017).

Sambil menitikan air mata, Rani di muka persidangan membacakan pledoinya berharap dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama lima tahun penjara.

Ia menyebut, dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ia merupakan korban penjebakan Margono.

"Kasus OTT ini murni penjebakan. Ini merupakan setingan terencana Margono yang merupakan pemain lama untuk pembunuhan karakter saya," jelasnya.

Diakuinya, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum ia selalu bersikap kooperatif menjalani setiap proses hukuman sejak ditahan tiga bulan lalu.

Bahkan, ada banyak tawaran untuk kasusnya ditangguhkan, tahanan kota hingga fasilitas kelas wahid di dalam penjara.

"Tapi hal-hal tersebut tidak saya lakukan karena saya serahkan proses semuanya kepada hukum. Saya sangat ingin pulang, rindu kepada anak-anak saya," ujar Rani.

Kuasa Hukum Rani Arvita, Ian Iskandar SH menambahkan, pihaknya menolak tuntutan secara terang benderang terhadap kliennya.

Ia menilai kasus yang menerpa Rani murni penjebakan, bukan korupsi murni.

Apalagi selama ini Rani selalu tersudut seolah-olah koruptor besar dan pelaku tunggal.

"Dalam fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi dan para ahli klien kami dijebak. Melihat itu sudah sangat wajib Rani dibebaskan dari hukumannya," ungkapnya.

Setelah kuasa hukum membacakan nota pembelaan Rani Arvita, Majelis Hakim Paluko meminta JPU menanggapi pledoi tersebut pada pekan depan.

"Kami akan menanggapi secar tertulis pekan depan," ujar JPU, Iskandarsyah Alam.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help