SriwijayaPost/

Tukang Parkir Dikeroyok hingga Tewas Bersimbah Darah tak Ada yang Mau Menolong

Setelah puas menusuk korban, para pelaku langsung melarikan diri. Warga sekitar tidak ada yang memberikan pertolongan.

Tukang Parkir Dikeroyok hingga Tewas Bersimbah Darah tak Ada yang Mau Menolong
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Jenazah Abdl Kadir Zaelani saat berada di rumah sakit hendak dibawa pulang pihak keluarganya, Minggu (22/10) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang tukang parkir, Abdul Kadir Zailani (37) tewas bersimbah darah dikeroyok oleh empat hingga lima orang, di Jalan A. Rivai Lr Nilam (Samping Kantor Pos) atau tepat di belakang Transmart, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah puas menusuk korban, para pelaku langsung melarikan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian secara langsung, tidak ada yang memberikan pertolongan.

Bahkan setelah korban tak berdaya pun, warga masih enggan mengantarkannya ke rumah sakit terdekat. Hingga tak lama berselang kakak korban, Akhirul (43) datang ke TKP dan terpaksa membawa adiknya dengan sepeda motor menuju ke Rumah Sakit AK Gani Palembang.

"Tidak ada yang mau nolong, mungkin takut dengan pelaku atau keluarga pelaku," katanya, sambil menangis sesenggukan saat ditemui di Kamar Mayat RS AK Gani.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat kehabisan darah, akibat tujuh luka tusuk di tubuhnya. Yakni luka tusuk di leher depan dan belakang, muka kiri, belikat belakang kanan dan kiri, belakang telinganya dan bahu.

"Di lokasi itu penuh darah, tidak ada yang mau nolong. Saat datang saya sempat berpapasan dengan pelakunya, sebab di kepalanya ada darah. Tapi saya tidak kenal," ucap kakak korban.

Namun Akhirul, sudah memiliki firasat buruk apa yang akan menimpa adiknya tersebut.

Sebab, sebelum kejadian, korban memang sempat ribut dengan M, tapi yang bersangkutan pergi meninggalkan korban.

Namun ternyata pelaku datang kembali bersama rekan-rekannya dan langsung mengeroyok sang adik hingga tak berdaya.

Saksi mata di lokasi kejadian juga menyebut, kalau pelaku mengendarai dua sepeda motor dan berboncengan.

"Mungkin masalah lahan parkir tula," kata Ayuk korban, Linda (47).

Linda pun tak kuasa menahan air matanya, melihat sang adik sudah terbujur kaku. Menurutnya, sehari-hari memang Abdul Kadir Jailani bekerja sebagai tukang parkir dan biasanya jaga di Kawasan Lumban Tirta.

Namun karena korban mengontrak rumah di sekitar TKP, mungkin coba-coba jaga parkir di kawasan tersebut. Sebab, sejak dibukanya Transmart memang kawasan tersebut sangat ramai, bahkan sampai parkir di luar mal.

"Kontrakannya dak jauh dari lokasi itulah, jalan kaki be biso. Warga sano adek aku itu," ucap Linda, sembari menyebut kalau korban meninggalkan seorang istri dan empat anak.

"Istrinya tidak ikut ke rumah sakit, dia langsung pingsan saat dengar kabar ini," tambah Linda.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help