SriwijayaPost/

Hamil Bayi Kembar, Saat Melahirkan Ibu Ini Merinding Lihat Tangan Bayinya Begini. Rupanya Saat Hamil

Apakah si suami bermasalah, atau si istri yang bermasalah. Karena itu, ketika istri dinyatakan hamil jelas begitu bahagia. Seperti pasangan

Hamil Bayi Kembar, Saat Melahirkan Ibu Ini Merinding Lihat Tangan Bayinya Begini. Rupanya Saat Hamil
newsner

SRIPOKU.COM - Memiliki anak merupakan rezeki paling dinanti pasangan suami istri setelah menikah. 

Satu tahun setelah menikah, pertanyaan banyak orang sering didengar adalah sudah ada momongan belum. 

Tentu pertanyaan ini sangat menganggu dan menimbulkan kecemasan antara pasangan suami istri. 

Apakah si suami bermasalah, atau si istri yang bermasalah. 

Karena itu, ketika istri dinyatakan hamil jelas begitu bahagia. Seperti pasangan suami istri berikut ini. 

Dilansir dari newsner, seorang ibu bernama Sarah begitu senang ketika dikabarkan ia tidak hanya hamil. 

Namun, ia akan memiliki anak kembar dalam kehamilan tersebut. 

wanita hamil
wanita hamil (Istimewa)

Karena itu, dengan rasa tidak sabar menanti kehamilan Sarah begitu rajin memeriksakan kehamilannya ke dokter. Mereka bahkan meminta dokter spesialis untuk mengecek kehamilan tersebut setiap pekan. 

5 bulan perut Sarah makin besar dan kehamilannya makin berat. 

Kebahagiaan yang selama ini mereka rasakan, drastis berubah menjadi cemas. 

Kegembiraan itu cepat bercampur dengan perasaan khawatir saat dokter menemukan bahwa anak-anak tersebut disebut kembar monokorika.

Hasil gambar untuk operasi hamil

Ini berarti bahwa bayi kembar identik dari satu telur dan berbagi plasenta dan kantong amnion dalam yang sama.

Resiko besar

Kehamilan seperti ini bisa sangat berisiko, Sarah dirawat di rumah sakit 57 hari sebelum si kembar dikirim melalui operasi caesar.

Sebelumnya Sarah dan Bill sudah memiliki seorang putra dan sangat senang memiliki dua anak perempuan.

Dua hari sebelum Hari Ibu 2014, akhirnya saatnya gadis-gadis itu keluar dan menyapa dunia.

Gadis-gadis itu lahir dengan hanya 46 detik antara setiap kelahiran dan keduanya sehat dan baik.

Begitu gadis-gadis itu keluar, para dokter menahan mereka sehingga ibu mereka bisa melihatnya.

Dia hampir tidak percaya matanya saat melihat kedua gadis itu.

Saking gembira ia sampai merinding melihat kedua anaknya berpegangan tangan.

"Hatiku meleleh," kata Sarah 

"Bahkan suami saya menangis matanya saya tidak tahu siapa pun di ruangan apakah juga akan menangis melihat anak kami keluar dari perut dan langsung berpeganggan tangan," ucapnya

Sudah tiga tahun sejak Jenna dan Jillian lahir.

Uniknya, sampai saat ini setelah 3 tahun dilahirkan dua gadis kecil masih memiliki satu kesamaan. Mereka suka berpegangan tangan.

8 Fakta Anak Kembar yang Jarang Terungkap

Dilansir dari Kompas.com, ada 8 fakta tentan anak kembar yang wajib kamu tahu. 

1. Anak kembar yang terpisah dari ibu mempunyai badan yang lebih pendek. 

Fakta: Jika tinggi badan anak tidak setinggi ibunya, lebih logis jika disebabkan gen bawaan dari orangtuanya, kurangnya asupan nutrisi, dan stres. Meski demikian, anak yang tidak dipisahkan dengan ibunya, tentu akan mendapatkan perhatian lebih baik, dari segi fisik maupun mental. Sehingga masa tumbuh kembangnya bisa dilalui dengan optimal.

 

2. Hanya anak kembar yang bisa memiliki keturunan kembar. 

Fakta: Kehamilan kembar memang sangat mungkin terjadi pada pasangan yang memiliki keturunan kembar. Namun, di era ilmu kedokteran yang sudah semakin maju, sudah tersedia obat pemicu tumbuh-kembang sel telur (biasanya yang memiliki masalah fungsi indung telur/ovarium).

Pada kasus ini, terjadi pematangan dan pelepasan sel telur lebih dari satu yang kemudian dibuahi lebih dari satu sel sperma juga, hingga kehamilan kembar itu terjadi. Pembuahan dapat terjadi secara alami di dalam saluran telur atau di laboratorium pada kasus bayi tabung. 

3. Hanya lelaki (yang terlahir kembar) yang dapat menurunkan gen kembar. 

Fakta: Masing-masing generasi, entah itu lelaki atau perempuan, dari keluarga tertentu memiliki peluang yang sama dalam melahirkan bayi kembar. Akan semakin besar jika memang ada salah satu dari suami atau istri yang memiliki gen kembar kemungkinan memiliki anak kembar akan semakin besar.

Kemungkinan memiliki anak kembar biasanya juga bisa terjadi karena perempuan mengalami pelepasan sel telur secara berlebihan atau hiperovulasi. Pada akhirnya, hiperovulasi bisa menurun pada anaknya yang berjenis kelamin perempuan.

4. Bayi kembar tidak bisa menerima ASI eksklusif, ibu harus memilih salah satu.

Fakta: Menyusui bayi kembar memang penuh tantangan, tetapi bukan tidak mungkin dilakukan. Untuk kembar dua, jika memungkinkan, Anda bisa menyusuinya bersamaan. Namun kalau tidak memungkinkan atau anak kembarnya lebih dari dua, sebelum jam menyusui, peraslah ASI Anda dengan menggunakan alat pemeras ASI manual atau elektrik dan menampungnya di botol-botol yang sudah dipersiapkan.

Saat waktu menyusui tiba, Anda tetap bisa menyusui anak-anak bersamaan (yang satu langsung ke payudara Anda, yang lainnya dengan botol), tanpa salah satu di antara mereka menangis terlebih dahulu karena kelaparan. Mintalah bantuan orang-orang di sekitar Anda untuk memudahkan kegiatan ini. Satu lagi, miliki buku untuk mencatat siapa yang mengisap payudara pertama kali dan siapa yang minum terakhir agar tidak lupa atau tertukar.

5. Jika salah satu anak kembar sakit, saudara kembarnya pasti sakit juga. 

Fakta: Inti dari mitos ini adalah anak kembar mempunyai kemampuan telepati. Contoh lainnya adalah jika yang satu tidak bisa menyelesaikan perkataannya, yang lainnya akan mampu membaca pikiran kembarannya dan menyelesaikan perkataannya. Ini terjadi karena anak kembar memiliki “bahasa kode” yang tidak dimengerti orang luar selain mereka sendiri atau idioglossia. Kemampuan ini timbul karena kedekatan emosional mereka sudah dimulai sejak sembilan bulan berada di rahim yang sama, begitu lahir dan tumbuh pun mereka selalu bersama.

Akan tetapi, hal yang hampir serupa juga bisa terjadi pada suami-istri, saudara dekat, teman baik (yang memiliki kesamaan genetik ekstrim).

6. Anak kembar tidak boleh satu sekolah karena bisa mengganggu prestasinya. 

Fakta: Ada beberapa sekolah yang menerapkan peraturan standar bahwa anak kembar tidak boleh ditempatkan di kelas yang sama. Alasannya, agar anak dapat mengembangkan identitas independen mereka dan tidak tergantung kembarannya. Malah, alasan lainnya lebih konyol, yaitu menjauhkan dari kemungkinan keduanya akan gagal jika berada di kelas atau sekolah yang sama.

Beberapa ahli justru menyarankan anak kembar untuk selalu bersama agar karakter, emosi, dan pertumbuhannya dapat berkembang lebih baik. Jika pemisahan dilakukan, malah dapat merusak pengalaman pendidikan mereka. Dari sisi psikologis, setiap anak kembar biasanya merasa nyaman berada di dekat kembarannya. Dan, ketika salah satu dari mereka menghadapi masalah (pelajaran atau pertemanan), tentunya mereka akan lebih mudah untuk saling mendukung.

Yang jelas, orangtua yang memiliki anak kembar, harus mempertimbangkan dan mengevaluasi pemilihan sekolah yang bisa memajukan kemampuan masing-masing anak, termasuk dinamika hubungan dan individu gaya belajar anak. Caranya, kenali kebutuhan dan kepribadian anak kembar Anda, juga hubungan mereka berdua. Selanjutnya, ajak mereka berdiskusi mengenai pilihan sekolahnya. Apakah ingin sekolah di tempat yang sama atau yang berbeda?

7. Si baik vs si jahat. 

Fakta: Dalam mitologi lama, si kembar selalu digambarkan sebagai si baik dan si jahat, atau pemimpin (biasanya yang lebih tua) dan pengikut. Katanya, ini terjadi karena salah satu dari mereka jenuh selalu dikait-kaitkan hingga ingin lebih unggul dari kembarannya, serta ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtua dan orang di sekitarnya.

Padahal, tidak pernah ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau kepribadian kembar sebagai bentuk jenis persaingan. Yang biasanya terjadi, anak kembar justru memiliki kepribadian dan talenta yang unik serta selalu ingin saling melengkapi. Misalnya, yang satu pintar di bidang akademik, yang lain lebih jago di olahraga.

8. Mana kakak, mana adik? 

Fakta: Mitos lokal yang mengatakan, bayi kembar yang lahir (keluar dari rahim) lebih dulu adalah adiknya, bukan kakak. Alasannya, karena si kakak “membantu” adiknya untuk keluar. Padahal, dunia kedokteran sepakat menyatakan, bayi yang lahir lebih dulu (berdasarkan tanggal dan waktu) adalah kakak, berikutnya baru adik.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help