SriwijayaPost/

Setya Novanto Ajukan Gugatan ke PTUN, Minta Pencegahannya ke Luar Negeri Dibatalkan

Untuk diketahui, surat pencegahan diterbitkan Dirjen Imigrasi Kemenkumham setelah ada permintaan dari KPK beberapa waktu lalu.

Setya Novanto Ajukan Gugatan ke PTUN, Minta Pencegahannya ke Luar Negeri Dibatalkan
(KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat ditemui sela-sela seminar nasional Fraksi Partai Golkar MPR RI, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat posisi sebagai Ketua DPR, Setya Novanto, melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Ia menggugat keputusan Dirjen Imigrasi atas pencegahan dirinya bepergian ke luar negeri.

"Infonya tadi (Jumat 20/10/2017) mengajukan gugatan. Kita tunggu Senin perkembangannya," kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA), Abdullah, melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/10/2017) dini hari.

Gugatan Setya teregistrasi dengan nomor perkara 219/G/2017/PTUN.JKT.

Setya meminta PTUN Jakarta menyatakan Penundaan Pelaksanaan Surat Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara Nomor : IMI.5.GR.02.05-3.0656, tanggal 2 Oktober 2017, Perihal Pencegahan ke Luar Negeri dan Penarikan Sementara Paspor RI atas nama Setya Novanto.

===

Untuk diketahui, surat pencegahan diterbitkan Dirjen Imigrasi Kemenkumham setelah ada permintaan dari KPK beberapa waktu lalu.

Saat itu, Ketua KPK Agus Rahardjo beralasan, pencegahan tersebut dilakukan demi pengusutan kasus korupsi proyek e-KTP.

"Lho kan dia saksi penting untuk Andi Narogong," ujar Agus saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Setya kemudian berstatus tersangka dan mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help